Detak Media — Ketidakpastian masa depan Tech3 menjadi salah satu topik hangat di paddock MotoGP jelang diberlakukannya regulasi baru pada 2027. Tim satelit asal Prancis itu dikabarkan sedang mempertimbangkan dua opsi besar: bertahan bersama KTM atau membuka kerja sama baru dengan Honda.
Situasi ini menjadi krusial karena keputusan pabrikan akan menentukan arah teknis tim di era mesin 850cc, sekaligus memengaruhi strategi perekrutan pembalap untuk musim tersebut.
Tech3 Belum Ambil Keputusan Final
Manajer tim, Nicolas Goyon, menegaskan bahwa belum ada keputusan resmi terkait mitra pabrikan untuk 2027. Ia menyebut pembahasan komposisi pembalap masih tertunda sampai ada kepastian soal proyek motor yang akan digunakan.
Saat ini Tech3 masih terikat kontrak sebagai tim satelit KTM. Namun, di tengah perubahan regulasi besar, tim membutuhkan kepastian arah pengembangan yang dinilai paling kompetitif untuk beberapa musim ke depan.
Tim ini sendiri dipimpin oleh pendirinya, Hervé Poncharal, yang dikenal berhati-hati dalam menentukan langkah strategis jangka panjang.
Honda Disebut Agresif Mencari Mitra Baru
Di sisi lain, Honda dilaporkan tengah agresif mencari tambahan tim satelit untuk 2027. Pabrikan Jepang itu ingin kembali memiliki enam motor di grid guna mempercepat pengembangan motor generasi baru 850cc.
Setelah Gresini Racing memastikan tetap bersama Ducati, Tech3 muncul sebagai kandidat paling realistis bagi Honda.
Sejumlah spekulasi di paddock menyebut Honda siap menawarkan dukungan spesifikasi pabrikan penuh kepada Tech3. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari kedua belah pihak.
Regulasi 2027 Ubah Total Arah Pengembangan
Regulasi baru MotoGP mulai 2027 memaksa semua pabrikan memulai proyek dari awal. Beberapa poin utama regulasi tersebut meliputi:
- Mesin turun dari 1000cc menjadi 850cc
- Batas diameter silinder 75 mm
- Pengurangan signifikan aerodinamika
- 100% bahan bakar berkelanjutan
- Penghapusan wildcard
- Pirelli menjadi pemasok ban tunggal
Perubahan ini membuat tim satelit seperti Tech3 harus sangat selektif memilih pabrikan dengan arah pengembangan paling menjanjikan.
Dampak Langsung ke Bursa Pembalap
Ketidakpastian pabrikan berdampak langsung pada pasar pembalap. Banyak kontrak rider papan atas berakhir pada 2026, sehingga keputusan Tech3 berpotensi memicu efek domino di bursa transfer.
Pembalap tentu akan mempertimbangkan proyek teknis motor MotoGP 2027 sebelum menandatangani kontrak baru.
Hingga kini, Tech3 masih berstatus mitra resmi KTM. Namun ketertarikan Honda membuat situasi menjadi dinamis dan penuh spekulasi.
Keputusan akhir Tech3 akan menjadi salah satu faktor penentu peta persaingan MotoGP di era 850cc. Bukan sekadar soal pergantian pabrikan, tetapi arah masa depan tim dalam babak baru kelas utama balap motor dunia.
Ikuti Detak Media
