Detak.media — Pasar modal dan data korporasi menjadi sorotan pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026. Sejumlah sentimen positif mendorong pergerakan IHSG, sementara emiten besar mengumumkan perkembangan penting bagi pemegang saham.
Berikut rangkuman lima kabar utama yang mencuri perhatian investor pada hari tersebut.
IHSG Banjir Sentimen Positif
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat pada sesi I Jumat, 10 Juli 2026.
IHSG naik sebesar 6 poin atau setara 0,1% ke level 5.918, terdorong oleh membaiknya sentimen global dan optimisme atas kondisi ekonomi domestik.
Telkom Bayarkan Dividen Rp21,9 Triliun
PT Telkom Indonesia Tbk menjadwalkan pembayaran dividen untuk tahun buku 2025 dengan total Rp21,9 triliun, setara Rp223,16 per saham.
Daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen ditetapkan per 19 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi tercatat pada 17 Juni 2026, saat itu harga saham TLKM ditutup pada level Rp2.960 sehingga menghasilkan yield dividen sekitar 7,53%.
Perdagangan pada Kamis, 9 Juli 2026 menunjukkan harga saham Telkom berada di Rp2.510, atau turun sekitar 15,2% sejak cum dividen.
BUMI Ungkap Penambahan Pemegang Saham
PT Bumi Resources Tbk melaporkan perkembangan kepemilikan saham per akhir Juni 2026 dalam laporan registrasi pemegang saham bulanan.
Jumlah pemegang saham tercatat meningkat menjadi 595.303 pihak, dari 590.547 pada Mei 2026. Pengendali perusahaan, Mach Energy (Hongkong), masih memiliki 170 miliar saham atau 45,78% saham Bumi Resources.
Persentase saham free float sedikit naik dari 43,06% menjadi 43,25%.
Rupiah Menguat pada Pembukaan
Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, 10 Juli 2026.
Berdasarkan data pada pukul 09.05 WIB di pasar spot, rupiah menguat 45 poin atau 0,25% ke level Rp18.083 per USD. Sebelumnya, pada Kamis, 9 Juli 2026, rupiah ditutup melemah 114 poin (0,63%) ke level Rp18.128 per USD.
Harga Emas Perhiasan Terekam Stabil
Harga emas perhiasan tercatat bergerak solid pada Jumat pagi, 10 Juli 2026, menurut pantauan di beberapa peritel emas: Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas.
Pergerakan dinamis pada pasar membuat calon pembeli dan investor disarankan terus memantau harga sebelum mengambil keputusan membeli atau menjual.
Ikuti Detak.media
