— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami konsolidasi pada perdagangan, Senin (13/7/2026), meski ada kecenderungan menguat terbatas. Penguatan mingguan sebesar 0,83% mendorong IHSG ke level 5.924,3 setelah technical rebound dan membaiknya sentimen domestik, termasuk kenaikan cadangan devisa menjadi US$ 145,6 miliar.

Namun, ruang penguatan masih terbatas seiring minimnya arus dana asing yang tercermin dari net sell asing mingguan sebesar Rp 1,68 triliun di pasar reguler. Faktor lain yang menjaga volatilitas pasar adalah pelemahan rupiah yang mendekati Rp 18.100 per dolar AS serta meningkatnya tensi AS-Iran.

Data Eksternal Dan Perkiraan Inflasi

Pasar pekan ini akan mencermati rilis inflasi AS (US CPI). Inflasi utama untuk Juni diperkirakan melandai ke 3,9% year-on-year dari 4,2% sebelumnya, sementara Core CPI diproyeksikan tetap di 2,9% year-on-year. Jika inflasi di atas ekspektasi, tekanan pada rupiah dan narasi higher for longer dapat meningkat; sebaliknya, data yang lebih rendah dapat membuka ruang risk-on.

Proyeksi Teknikal dan Rekomendasi

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG akan berkonsolidasi dengan support pada rentang 5.850–5.880 dan resistance 6.000–6.050. Momentum mulai membaik, namun penembusan level 6.000 dinilai perlu untuk mengonfirmasi penguatan lanjutan.

Untuk strategi trading hari ini, BRI Danareksa merekomendasikan saham LSIP, ANTM, dan NTBK.

Pengaruh Pasar Global

Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham AS ditutup menguat: Dow Jones Industrial Average naik 0,29% ke 52.637, S&P 500 menguat 0,42% ke 7.575,3, dan Nasdaq Composite naik 0,29% ke 26.281,6.