— Nama Jaafar Jackson menjadi perhatian publik setelah didapuk sebagai pemeran utama dalam film biopik Michael. Ia bukan aktor mapan Hollywood, melainkan anggota keluarga Jackson yang dipercaya menghidupkan sosok Michael Jackson di layar lebar.

Keputusan ini dinilai tidak biasa. Di tengah praktik casting yang umumnya memilih aktor profesional, tim produksi justru menunjuk keponakan sang Raja Pop untuk memerankan figur yang begitu ikonik di budaya pop dunia.

Tumbuh di Lingkungan Keluarga Jackson

Jaafar adalah putra Jermaine Jackson, kakak Michael sekaligus anggota The Jackson 5. Sejak kecil, ia berada dalam atmosfer musik, panggung, dan disiplin latihan yang menjadi ciri keluarga Jackson.

Kedekatan ini membuat Jaafar tidak hanya mengenal karya Michael, tetapi juga kebiasaan personal, gestur tubuh, dan etos kerja sang paman di balik sorotan lampu panggung. Ia kerap menyebut peran ini sebagai tanggung jawab keluarga untuk menjaga warisan artistik Michael.

Sebelum terlibat di film ini, Jaafar lebih dikenal sebagai penyanyi dengan warna R&B modern. Namun, proyek biopik yang disutradarai Antoine Fuqua dan diproduseri Graham King ini menjadi debut akting layar lebarnya.

Persiapan dilakukan berbulan-bulan. Jaafar berlatih intensif untuk mereplikasi detail gerakan Michael—mulai dari postur tubuh, cara berbicara, hingga presisi tarian seperti moonwalk. Ia bahkan dilatih oleh tim koreografer yang pernah bekerja langsung dengan Michael Jackson.

Alasan Produser Menjatuhkan Pilihan

Graham King menilai Jaafar memiliki kombinasi langka antara kemiripan fisik, kemampuan musikal, dan kedekatan emosional dengan karakter yang diperankan. Menurutnya, Jaafar mempunyai “energi panggung alami” yang mengingatkan pada Michael.

Faktor keluarga turut memberi dimensi tambahan. Jaafar memiliki akses pada cerita-cerita personal yang tidak banyak diketahui publik, yang diyakini membantu menghadirkan interpretasi lebih autentik di layar.

Dukungan keluarga pun terbuka. Katherine Jackson menyebut Jaafar seolah “mewujudkan” putranya. LaToya Jackson mengatakan penampilannya bisa membuat orang lupa bahwa yang tampil bukan Michael asli.

Tantangan Memerankan Sosok Ikonik

Film ini berfokus pada perjalanan karier Michael sejak masa The Jackson 5 hingga puncak era album Bad pada 1988. Pendekatan tersebut membuat Jaafar harus menampilkan sisi manusiawi Michael di masa kejayaannya.

Di saat yang sama, film produksi Lionsgate dengan anggaran sekitar US$165–170 juta (sekitar Rp2,64–2,72 triliun) ini mendapat sorotan karena tidak mengulas secara eksplisit kontroversi yang muncul pada 1990-an. Hal itu membuat ekspektasi terhadap akting Jaafar semakin tinggi, karena penonton hanya melihat potongan fase tertentu dari kehidupan Michael.

Antusiasme Publik terhadap Perannya

Sejak pengumuman casting, respons publik cenderung positif. Banyak penggemar menilai pilihan anggota keluarga sebagai langkah tepat untuk menjaga keaslian karakter.

Trailer perdana film yang dirilis pada November 2025 mencatat lebih dari 100 juta penayangan dalam 24 jam, menandakan antusiasme global terhadap proyek ini dan rasa penasaran terhadap penampilan Jaafar.

Jaafar Jackson berada di posisi unik: bukan sekadar aktor yang memerankan legenda, tetapi anggota keluarga yang memahami sosok tersebut dari dalam. Kombinasi kedekatan personal dan kemampuan artistik inilah yang membuatnya dipercaya menghidupkan Michael Jackson di layar lebar.

Tayang Perdana, Film Michael Jackson Tuai Kontroversi karena Abaikan Sisi Gelap Sang Raja Popo

Peran ini menjadi panggung pembuktian bagi Jaafar sekaligus momen penting untuk memperkenalkan kembali warisan Michael Jackson kepada generasi baru melalui medium film.