Pasar Saham Indonesia Dibuka Hijau, IHSG Pagi Ini Bergerak Dekati 9.000
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren penguatan pada pembukaan perdagangan Rabu, 7 Januari 2026. Pagi ini, IHSG terpantau naik 0,17% atau setara dengan 15,37 poin, membawanya parkir di level 8.948,98. Penguatan ini menandakan sentimen positif masih mendominasi pergerakan pasar saham domestik.
Sejak dibuka, pergerakan IHSG langsung melesat ke level 8.959,09 dan sempat mencapai titik tertinggi intraday di angka 8.970,87. Meskipun sempat mengalami koreksi tipis hingga menyentuh level terendah 8.940,60, indeks berhasil kembali merangkak naik ke zona hijau. Aktivitas perdagangan pagi ini tercatat cukup aktif dengan total volume transaksi mencapai 7,67 miliar saham senilai Rp 4,58 triliun, yang tersebar dalam 574.308 kali frekuensi perdagangan.
Secara rinci, dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 276 saham tercatat menguat, sementara 251 saham melemah, dan 177 saham lainnya bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi ini tercatat sebesar Rp 16.359 triliun.
Proyeksi Penguatan Lanjutan
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan bahwa IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatannya. Herditya menilai bahwa indeks saat ini berada pada bagian wave (v) dari wave [iii].
Oleh karena itu, area penguatan berikutnya yang dapat dicermati berada di kisaran 8.959 hingga 8.994. Sementara itu, level support diproyeksikan berada pada rentang 8.867–8.776, dengan resistance terdekat di 8.960–8.996.
Senada, Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, melihat penguatan IHSG cenderung bersifat terbatas. Ia memproyeksikan support dan resistance berada di kisaran 8.760–9.000.
“Berdasarkan analisis teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas pada rentang 8.760–9.000,” ujar Nico.
Sentimen Pasar dan Faktor Pendukung
Penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan Rabu ini masih ditopang oleh lonjakan signifikan pada perdagangan Selasa, 6 Januari 2026. Pada hari sebelumnya, IHSG berhasil mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) dengan kenaikan sebesar 0,84% ke level 8.933.
Optimisme investor juga turut didorong oleh aksi beli investor asing yang tercatat signifikan. Selain itu, penguatan mayoritas saham sektoral, terutama dari sektor barang baku, energi, dan teknologi, turut memberikan kontribusi positif.
Meskipun demikian, para analis tetap mengingatkan para investor untuk senantiasa berhati-hati terhadap potensi volatilitas jangka pendek. Dinamika pasar global dan kemungkinan terjadinya aksi ambil untung (profit taking) setelah IHSG menorehkan rekor baru menjadi beberapa faktor yang perlu dicermati.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor, dan riset mandiri tetap disarankan sebelum membuat keputusan.