IHSG Diprediksi Lanjutkan Tren Penguatan Usai Cetak Rekor Baru 8.933

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengukir sejarah dengan menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2026). Indeks naik 0,84 persen atau 74,42 poin, ditutup di level 8.933,60, mengindikasikan sentimen positif yang masih mendominasi pasar saham domestik.

Perdagangan kemarin berlangsung sangat aktif, tercatat volume mencapai 67,58 miliar saham dengan nilai transaksi menembus Rp33,90 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, mayoritas berakhir di zona hijau, dengan 428 saham menguat, 256 melemah, dan 127 saham stagnan.

Sentimen Pasar dan Proyeksi Analis

Riset MNC Sekuritas mengonfirmasi bahwa penguatan IHSG didukung oleh dominasi volume pembelian investor. Target terdekat di area 8.900 yang telah dicapai, kini membuka jalan bagi IHSG untuk melanjutkan tren positifnya pada perdagangan Rabu (7/1/2026).

Analis MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian wave (v) dari wave [iii]. “Sehingga area penguatan yang perlu dicermati berada di rentang 8.959–8.994,” tulis laporan MNCS Daily Scope Wave.

Untuk level support, IHSG diproyeksikan berada di kisaran 8.867 dan 8.776. Sementara itu, level resistance terdekat yang perlu diwaspadai berada di rentang 8.960 hingga 8.996.

Saham Pilihan untuk Investor

MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham yang dinilai memiliki potensi, dengan strategi investasi Buy on Weakness maupun Spec Buy.

  • FAST menguat 0,81% ke Rp625 dengan peningkatan volume pembelian. Saham ini diperkirakan berada di awal wave [1] dari wave {C}, dengan area beli di rentang 580–625 dan target harga Rp700–740. Investor disarankan memasang stop loss di bawah Rp555.
  • PTBA naik 1,28% ke Rp2.370, bergerak di atas Moving Average 60 hari (MA60). Saham ini diproyeksikan berada di akhir wave [i] dari wave C. Area beli yang direkomendasikan adalah 2.290–2.340, dengan target harga Rp2.410–2.450, dan stop loss di bawah 2.270.
  • SRTG melonjak signifikan 6,84% ke Rp1.640, berhasil menembus MA60. Saham ini diperkirakan membentuk wave (i) dari wave [iii]. Strategi Buy on Weakness pada rentang 1.575–1.625, dengan target harga Rp1.685–1.725, dan stop loss di bawah 1.525.
  • TINS naik 0,60% ke Rp3.340 meskipun terdapat tekanan jual. Posisi saham ini berada di awal wave 5 dari wave (3). Strategi Spec Buy pada rentang 3.220–3.320, target harga Rp3.510–3.760, dan stop loss di bawah 3.110.

Prospek IHSG dan Perhatian Investor

Penguatan IHSG hingga menembus level 8.933 menegaskan optimisme investor terhadap prospek ekonomi domestik di awal tahun. Namun, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan faktor risiko yang ada.

Faktor-faktor tersebut meliputi volatilitas harga komoditas global, kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), serta potensi aksi ambil untung (profit taking) di saham-saham unggulan. Dengan kombinasi sentimen domestik yang kuat dan aliran modal asing yang tetap tinggi, analis menilai tren penguatan IHSG masih berpotensi berlanjut.

Meskipun demikian, investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham, utamakan yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas memadai.