IHSG Pecahkan Rekor Lagi, Ditutup Menguat Tajam 0,84% ke 8.933
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada penutupan perdagangan Selasa, 6 Januari 2026. Indeks acuan bursa saham Indonesia ini ditutup menguat signifikan 74,42 poin atau 0,84 persen, mengakhiri sesi di level 8.933,60.
Penguatan ini sejalan dengan sentimen positif yang mendominasi pasar saham domestik. Sepanjang sesi, IHSG bergerak dinamis dalam rentang 8.839 hingga 8.940, sempat menyentuh level tertinggi baru (all time high/ATH) intraday sebelum akhirnya ditutup pada level rekor.
Optimisme investor terpantau terjaga, didorong oleh kombinasi sentimen positif dari dalam negeri maupun global. Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun berlangsung ramai, mencatat nilai transaksi mencapai Rp33,95 triliun dengan volume perdagangan 65,6 miliar saham dari total 4,31 juta frekuensi transaksi.
Dominasi sentimen positif terlihat dari pergerakan saham. Sebanyak 451 saham menguat, 269 saham melemah, dan 238 saham lainnya stagnan pada penutupan perdagangan.
Mayoritas Sektor Menguat
Kinerja positif mayoritas indeks sektoral menjadi penopang utama penguatan IHSG. Sektor barang baku memimpin kenaikan dengan lonjakan 3,35 persen, seiring meningkatnya minat investor pada saham-saham berbasis komoditas.
Sektor energi menyusul di posisi kedua dengan kenaikan 1,62 persen, diikuti sektor teknologi yang menguat 1,57 persen. Sektor properti juga mencatat pertumbuhan 1,34 persen, sementara sektor infrastruktur naik 0,86 persen.
Sektor barang konsumen non-primer bertambah 0,73 persen, sektor keuangan menguat 0,66 persen, sektor barang konsumen primer naik 0,22 persen, dan sektor kesehatan terpantau menguat tipis 0,17 persen. Hanya sektor transportasi yang ditutup di zona merah dengan koreksi 0,89 persen.
Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 ditutup menguat tipis 0,61 poin. Indeks syariah Jakarta Islamic Index (JII) sedikit melemah 0,03 poin, dan indeks Investor33 turun 0,20 persen.
Saham-Saham Penggerak Pasar
Sejumlah saham mencatatkan lonjakan harga signifikan dan berperan sebagai penggerak utama pasar. Saham PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) melesat 34,74 persen ke level Rp256.
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melonjak 34,68 persen ke Rp167, disusul PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) yang naik 34,51 persen ke Rp152. Saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) menguat 34,43 persen ke Rp246, sementara PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) naik 25,33 persen ke Rp188.
Di sisi lain, tekanan jual masih membayangi beberapa saham. PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) turun 14,40 persen ke Rp214. PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) merosot 14,29 persen ke Rp102, diikuti PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) yang jatuh 13,95 persen ke Rp74.
PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) melemah 11,54 persen ke Rp115, sementara PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) terkikis 11,23 persen ke Rp1.225.
Penguatan IHSG hingga mencetak rekor baru ini menegaskan optimisme pasar yang terus terjaga. Pelaku pasar diharapkan tetap mencermati perkembangan data ekonomi global serta dinamika kebijakan moneter ke depan.