— Saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) melonjak tajam pada pekan ketiga April 2026 dan mencetak harga tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan cepat ini sempat memunculkan kembali spekulasi lama mengenai akuisisi oleh Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG).

Namun, data perdagangan dan fakta korporasi menunjukkan reli harga kali ini tidak berkaitan dengan isu akuisisi baru.

Saham Bank Danamon (BDMN) ARA 25 Persen, Muncul Rumor Go Private dan Aksi Korporasi

Pergerakan positif mulai terlihat pada 13 April 2026 ketika harga saham naik 1,21% ke Rp2.510. Tren berlanjut pada 17 April saat harga menembus rata-rata pergerakan 200 hari (MA200) di kisaran Rp2.550, disertai volume transaksi 15,11% di atas rata-rata harian. Sejak menembus level teknikal tersebut, arah pergerakan saham cenderung naik konsisten tanpa koreksi berarti.

Dalam 90 hari perdagangan terakhir hingga pertengahan April, BDMN bergerak di rentang Rp2.350 hingga Rp2.910. Level Rp2.910 yang tercapai pada 26 Februari 2026 menjadi titik tertinggi dalam 52 minggu sebelum reli besar terjadi.

Lonjakan paling agresif terjadi pada 21 April 2026 dengan kenaikan harian 18,46%. Kenaikan berlanjut pada Rabu, 22 April 2026, saat sesi I pukul 09.37 WIB harga saham menyentuh auto reject atas (ARA) 25% di Rp3.850, level tertinggi sejak pertengahan 2023. Dalam sesi pagi itu, 29,39 juta saham berpindah tangan dengan frekuensi 5.401 kali dan nilai transaksi Rp104,1 miliar.

Momentum Dividen Perkuat Arah Kenaikan

Penguatan harga terjadi berdekatan dengan jadwal pembagian dividen tahun buku 2025. Manajemen Danamon dalam keterbukaan informasi 7 April menyebut RUPST 31 Maret 2026 menyetujui dividen tunai Rp1,38 triliun atau Rp142,19 per saham, setara 35% dari laba bersih.

Cum dividen berlangsung 9 April, ex dividen 10 April, recording date 13 April, dan pembayaran dijadwalkan 30 April 2026. Pola ini kerap memicu akumulasi di sekitar periode pencatatan pemegang saham.

Per 31 Maret 2026, porsi saham free float BDMN hanya 7,55%. Dengan jumlah saham publik yang terbatas, tekanan beli yang tidak besar sudah cukup mendorong harga naik signifikan dalam waktu singkat.

Akuisisi MUFG Sudah Tuntas Sejak 2019

Isu akuisisi dinilai tidak relevan. Melalui MUFG Bank, MUFG telah menjadi pemegang saham pengendali Danamon sejak 2019. Prosesnya dimulai pada 2017 dengan akuisisi 19,9% saham dari Temasek, meningkat menjadi 40% pada 2018 setelah persetujuan Otoritas Jasa Keuangan, dan mencapai 94% pada 1 Mei 2019 melalui penggabungan Bank BNP ke Danamon. Total investasi mencapai sekitar Rp82,7 triliun dan tidak ada aksi korporasi baru terkait kepemilikan tersebut.

Kinerja Danamon pada 2025 menunjukkan perbaikan dengan pendapatan mencapai Rp3,97 triliun dari Rp3,18 triliun pada 2024, tumbuh 24,89%. Meski demikian, pada 16 Maret 2026, Nomura menurunkan target harga BDMN dari Rp2.750 menjadi Rp2.590 dengan rekomendasi “Netral”, mencerminkan pandangan yang lebih berhati-hati.

Kombinasi sinyal teknikal, momentum dividen, struktur free float yang tipis, akumulasi sebelum reli, dan perbaikan kinerja menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan saham BDMN pada April 2026, bukan karena rumor akuisisi baru.