Asing Kembali Masuk, Saham DEWA Justru Ditutup Melemah di Sesi I

Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menunjukkan pergerakan yang cenderung bergejolak pada sesi pertama perdagangan Selasa, 6 Januari 2026. Meskipun sempat dibuka dengan tren penguatan di awal sesi, saham emiten yang bergerak di sektor jasa pertambangan ini akhirnya mengalami pelemahan di tengah tingginya volume transaksi dan adanya aktivitas pembelian oleh investor asing.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham DEWA tercatat ditutup melemah tipis sebesar 0,66% pada akhir sesi I, berada di level Rp750 per saham. Padahal, pada saat pembukaan perdagangan pagi, saham ini sempat mengalami penguatan hingga 1,32%, mengindikasikan adanya minat beli yang cukup signifikan di awal sesi perdagangan.

Prospek Saham BUMI dan DEWA, Analis Paparkan Target Harga dan Katalis Pergerakan

Di balik pelemahan harga yang terjadi, aktivitas transaksi saham DEWA pada sesi I terbilang sangat tinggi. Hingga jeda siang, tercatat sebanyak 674,4 juta lembar saham DEWA telah berpindah tangan. Frekuensi transaksi yang mencapai 66,8 ribu kali turut mengiringi nilai transaksi yang menembus angka Rp506,6 miliar, menjadikannya salah satu saham dengan tingkat likuiditas yang paling tinggi di pasar reguler.

Menariknya, tekanan pada harga saham DEWA justru terjadi bertepatan dengan kembalinya investor asing untuk melakukan aksi beli. Data perdagangan yang dihimpun menunjukkan bahwa saham DEWA mencatatkan pembelian bersih atau net buy oleh investor asing pada sesi I perdagangan hari ini. Berdasarkan data dari Stockbit, DEWA bahkan masuk dalam jajaran lima besar saham yang paling banyak dibeli bersih oleh investor asing dari sisi volume pada perdagangan Selasa.

Secara lebih rinci, investor asing tercatat membukukan net buy sebanyak 34,53 juta lembar saham DEWA hingga jeda siang. Aksi beli bersih ini menandai adanya perubahan arah aliran dana asing jika dibandingkan dengan aktivitas perdagangan pada hari sebelumnya.

Pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026, saham DEWA justru menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing. Nilai jual bersih (net sell) asing pada saham ini mencapai sekitar Rp415,1 miliar. Aksi jual tersebut terjadi setelah saham DEWA mengalami reli yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir, yang mendorong sebagian pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung atau profit taking.

Perbedaan arah pergerakan harga saham dan aliran dana asing pada perdagangan hari ini mengindikasikan adanya dinamika pasar yang masih sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor teknikal dan volatilitas jangka pendek. Pelaku pasar diperkirakan masih akan terus mencermati konsistensi arus dana institusional serta sentimen lanjutan yang berkaitan dengan kinerja dan aksi korporasi perseroan di masa mendatang.