— PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp 10,2 miliar atau Rp 1,5 per saham dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan itu disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 29 Juni 2026.

RUPST menyetujui penggunaan laba bersih 2025 sebesar Rp 77 miliar. Selain pembagian dividen, perseroan mengalokasikan Rp 5 miliar sebagai dana cadangan, sedangkan sisa laba dicatat sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha.

Rincian Kinerja Keuangan

Sepanjang 2025, DEPO mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 2,88 triliun, naik 2,1 persen dari Rp 2,82 triliun pada 2024. Pertumbuhan pendapatan ditopang peningkatan penjualan organik di beberapa wilayah operasional, dengan kontribusi terbesar berasal dari Bali.

Laba kotor meningkat menjadi Rp 584,2 miliar dari Rp 557,3 miliar pada 2024. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 77 miliar.

Perubahan Susunan Direksi dan Komisaris

RUPST juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang efektif berlaku mulai 1 Juli 2026. Henryanto Komala diangkat sebagai Direktur Utama, sedangkan Kambiyanto Kettin dipercaya menjabat Komisaris Utama.

Strategi Pertumbuhan dan Efisiensi

Komisaris Utama Kambiyanto Kettin menyatakan perseroan akan melanjutkan strategi pertumbuhan melalui ekspansi jaringan toko secara selektif, peningkatan efisiensi operasional, penguatan portofolio produk, serta pengembangan kapabilitas digital.

“Perseroan melihat peluang pertumbuhan yang masih terbuka seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap produk bahan bangunan dan home improvement di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan portofolio produk, serta pengembangan jaringan usaha secara selektif dan terukur,”

Kambiyanto menambahkan bahwa ekspansi gerai baru akan mempertimbangkan potensi pasar, kualitas lokasi, dan disiplin investasi agar memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan.

Selain itu, perusahaan akan meningkatkan profitabilitas lewat optimalisasi bauran produk, peningkatan kontribusi produk house brand, penguatan kerja sama dengan pemasok strategis, serta inisiatif efisiensi operasional.

Di ranah digital, DEPO menegaskan pengembangan kanal daring sebagai fokus utama melalui strategi omnichannel yang terintegrasi dengan jaringan toko fisik.

“Kanal digital kami pandang sebagai pelengkap yang strategis bagi jaringan toko fisik. Melalui pendekatan omnichannel, Perseroan berupaya menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah, nyaman, dan terintegrasi bagi pelanggan, sekaligus mendukung efektivitas operasional dan penguatan hubungan dengan pelanggan,”

Realokasi Dana IPO dan Fokus Ke Depan

Manajemen melaporkan seluruh dana bersih hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp 487,8 miliar telah direalisasikan sesuai rencana penggunaan. Dana tersebut dipakai untuk belanja modal, pelunasan pinjaman, investasi pada entitas anak, serta modal kerja.

Ke depan, manajemen menegaskan akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, profitabilitas, dan pengelolaan modal yang disiplin untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.

“Fokus utama manajemen ke depan adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, profitabilitas, dan disiplin pengelolaan modal. Kami berkomitmen menjalankan strategi yang memperkuat fundamental Perseroan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan,” tutup Kambiyanto.