Detak Media — Setelah mengakhiri karier kompetitif pada November 2024, Rafael Nadal mengalihkan energi dan namanya ke ranah bisnis, khususnya perhotelan. Mantan juara 22 Grand Slam itu baru meresmikan hotel keempat di Fuerteventura, Kepulauan Kanari, sebagai bagian dari Zel Hotels—merek yang ia dirikan pada 2022 bersama Meliá Hotels International.
Zel Hotels telah membuka properti di Mallorca, Costa Brava, dan Punta Cana sebelumnya. Nadal menyebut langkah tersebut sebagai kelanjutan dari upayanya membangun “warisan” selain yang diraih di lapangan tenis.
Mental Atlet Diadaptasi Ke Dunia Bisnis
Nadal menilai pengalaman panjangnya sebagai atlet profesional memberi modal penting untuk berbisnis. “Olahraga mengajari Anda untuk mentoleransi rasa frustrasi, belajar bekerja dalam tim, dan menerima kenyataan bahwa terkadang Anda harus kalah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kemampuan mengelola kemenangan juga penting karena setelah meraih satu keberhasilan, tantangan berikutnya selalu menunggu.
Pengalaman menghadapi cedera, termasuk operasi pinggul pada 2023 yang berujung pada keputusan pensiun, menurut Nadal turut memperkuat kesiapan mentalnya untuk babak baru di luar olahraga kompetitif.
Pandangan Soal Sengketa Hadiah Uang Wimbledon
Nadal turut menyoroti polemik seputar pembagian hadiah di Wimbledon yang melibatkan sejumlah pemain top. Tahun ini Wimbledon menaikkan total hadiah sebesar 20% menjadi 64,2 juta pound sterling, namun para pemain menuntut angka sekitar 71 juta pound sterling atau setara 16% dari pendapatan turnamen.
“Jika Anda melihat apa yang didapatkan pemain 15 tahun lalu dibandingkan hari ini, rata-rata kenaikannya jauh melampaui rata-rata pekerjaan apa pun di dunia ini,” kata Nadal. Ia menyarankan agar asosiasi pemain dan penyelenggara Grand Slam menandatangani kesepakatan persentase kenaikan tahunan yang adil dalam jangka waktu 10 tahun untuk menghindari konflik berulang.
Ekspansi Lewat Hotel, Akademi, dan Edukasi
Selain perhotelan, Nadal menjalankan bisnis melalui perusahaan keluarga Aspemir yang juga berfokus pada edukasi dan kebugaran. Nadal mendirikan Rafa Nadal Academy di Mallorca pada 2016, yang kemudian berkembang menjadi jaringan internasional di beberapa negara.
Pada 2025, Nadal menjual 44,9% saham akademi kepada firma investasi GPF Capital seharga 94 juta euro namun tetap mempertahankan kendali mayoritas 55,1%.
“Semakin hari, semakin banyak orang sadar bahwa menjaga tubuh itu sangat penting. Jadi, berinvestasi pada pendidikan anak-anak, kesejahteraan, dan olahraga adalah langkah yang tepat,” ujarnya.
Transisi Nadal dari atlet ke pengusaha berlangsung sambil memanfaatkan citra personal yang kuat, disiplin, dan rekam jejak prestasi. Melalui Zel Hotels yang bermitra dengan jaringan global serta investasi pada pendidikan olahraga, Nadal membentuk portofolio yang diarahkan untuk keberlanjutan di luar karier tenisnya.
Ikuti Detak Media
