Detak.Media — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Tenggara Pulau Karatung, Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa, 12 Mei 2026, pukul 15.54 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan cepat mengeluarkan rilis resmi, memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Pusat guncangan tercatat pada kedalaman menengah, yakni 89 kilometer di bawah permukaan laut.
Menurut analisis teknis BMKG, episentrum gempa bumi terletak pada koordinat geografis 4.64 Lintang Utara dan 127.35 Bujur Timur. Lokasi ini secara spesifik berada di laut, sekitar 32 kilometer arah tenggara dari Pulau Karatung, yang merupakan bagian dari wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Utara. Kedalaman gempa yang mencapai 89 kilometer mengindikasikan bahwa ini adalah jenis gempa menengah, yang seringkali memiliki jangkauan dampak yang luas namun dengan intensitas yang lebih rendah di permukaan.
Meskipun magnitudo gempa tergolong cukup kuat, laporan awal dari BMKG menyebutkan bahwa belum ada informasi mengenai dampak guncangan yang dirasakan oleh masyarakat. Data resmi BMKG tidak mencantumkan skala intensitas gempa (MMI) yang dirasakan di daratan. Hal ini mungkin disebabkan oleh lokasi pusat gempa yang berada di laut dan kedalamannya yang relatif dalam, sehingga energi gempa meredam sebelum mencapai permukaan dengan kekuatan signifikan.
BMKG secara tegas menyatakan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 5,3 ini tidak berpotensi tsunami, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ancaman gelombang pasang. Meski demikian, BMKG mengimbau agar masyarakat di wilayah pesisir Provinsi Sulawesi Utara tetap tenang dan tidak panik. Penting bagi warga untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan menghindari penyebaran berita atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait gempa ini.
Ikuti Detak.Media
