Detak.media — Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diperdagangkan aktif pada sesi awal pekan, namun mengalami tekanan penjualan dari investor asing. Perdagangan Senin (13/7/2026) menutup transaksi harian dengan jumlah saham yang tinggi meski terjadi arus jual bersih dari non-domestik.
Pada penutupan perdagangan, harga saham BCA tercatat naik 0,81% menjadi Rp 6.225. Volume transaksi mencapai 180,06 juta saham dengan frekuensi 27.306 kali dan nilai transaksi sebesar Rp 1,11 triliun.
Investor asing membukukan “net sell” di saham emiten terafiliasi Grup Djarum tersebut Rp 490,81 miliar.
Meski ada indikasi saham BBCA mulai berbalik, tekanan jual dari investor asing justru menguat. Pergerakan harga yang terkonsolidasi memberikan sinyal teknikal yang diamati pelaku pasar.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan trading buy saham Bank Central Asia (BBCA). Menurut broker efek tersebut, saham BBCA konsolidasi di atas support area 6.100 membuka peluang rebound hingga bullish reversal.
“Jika mampu breakout resistance 6.400 menjadi konfirmasi bullish ,” beber Phintraco dalam analisis teknikalnya, Selasa (14/7/2026).
Phintraco merekomendasikan titik masuk BBCA di kisaran 6.100-6.225. Stoploss ditempatkan di bawah 6.000. Target harga pertama ditetapkan di 6.700 dan target harga kedua di 7.000.
Ikuti Detak.media
