Detak.media — Bagi Anggawira, ukuran keberhasilan bukan sekadar jabatan atau kekayaan, melainkan manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain sepanjang perjalanan hidup. Prinsip itu mengikat pengalaman kariernya dari aktivisme mahasiswa hingga menempati sejumlah posisi di dunia usaha dan organisasi.
“Jabatan boleh berganti. Amanah bisa selesai. Tetapi integritas akan selalu menemukan jalannya untuk dikenang,” kata Anggawira, yang saat ini menjabat Ketua Umum DPP Asosiasi Pemasok Energi, Mineral & Batubara Indonesia (ASPEBINDO).
Perjalanan kariernya sekaligus menjadi panggung bagi beberapa nilai yang kerap dia tekankan: disiplin, pentingnya soft skill, serta investasi reputasi dan kepercayaan—yang menurutnya lebih bernilai ketimbang modal finansial awal.
Awal Karier dan Pembentukan Sikap
Anggawira lahir di Indramayu dan besar di Jakarta Selatan dalam lingkungan yang sederhana dan religius. Sejak sekolah dasar dia sudah terbiasa mengemban tanggung jawab, termasuk dipercaya sebagai ketua kelas.
Pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB) diwarnai oleh aktivitas organisasi—Himpunan Mahasiswa Islam, Badan Eksekutif Mahasiswa, dan lembaga pers mahasiswa—yang berjalan beriringan dengan pencapaian akademik. Dia menyebut disiplin sebagai hasil kebiasaan yang dibentuk berulang, bukan sesuatu yang muncul begitu saja.
Soft Skill Di Atas Sekadar Kemampuan Teknis
Menurut Anggawira, perubahan dunia kerja membuat kemampuan teknis saja tidak cukup. Kemampuan berkomunikasi, memimpin, menyelesaikan konflik, dan membangun jejaring adalah pembeda utama. “Soft skill tidak bisa dipelajari hanya dari buku. Dia dibentuk melalui pengalaman, organisasi, interaksi sosial, dan keberanian menghadapi tantangan,” ujarnya.
Dia juga menyoroti peran artificial intelligence dalam mempertegas kebutuhan kemampuan interpersonal. Meski AI dapat menggantikan pekerjaan teknis, kata Anggawira, empati, integritas, dan kepemimpinan tetap menjadi domain manusia.
Modal Kepercayaan dalam Berwirausaha
Setelah sempat bekerja di perusahaan minyak dan menjadi konsultan, Anggawira mendirikan usaha pertamanya pada 2007. Pengalaman berbisnisnya melintasi sektor pertanian, pupuk organik, energi, batubara, gas, logistik, dan infrastruktur.
Dalam memulai usaha dengan modal terbatas, dia menegaskan, “Modal terbesar bukan uang. Modal terbesar adalah kepercayaan.” Reputasi dan hubungan baik, menurutnya, menjadi sumber kesempatan yang menentukan.
Gaya Kepemimpinan: Tumbuh Bersama
Beberapa tahun terakhir Anggawira memilih mundur dari peran operasional agar organisasi tidak bergantung pada satu orang. Ukuran kepemimpinan baginya bukan lama bertahan di puncak, melainkan berapa banyak orang yang didorong untuk naik bersama.
Filosofi sederhana itu dia ringkas dengan istilah growing together. Regenerasi dipandangnya bukan ancaman, melainkan tanda organisasi yang sehat.
Peran Sebagai Pendidik
Di luar dunia usaha dan organisasi, Anggawira aktif sebagai dosen tetap di STIH IBLAM. Mengajar baginya bukan sekadar berbagi ilmu, tetapi juga cara terus belajar. Ia berharap pengalaman puluhan tahun dapat menjadi bekal bagi generasi berikutnya.
Filosofi Hidup
Anggawira menolak gagasan hidup sebagai perlombaan menuju puncak. Yang lebih penting, menurutnya, adalah menjaga nilai, karakter, dan integritas sepanjang perjalanan. “Suatu hari orang mungkin lupa jabatan yang pernah kita sandang. Mereka mungkin lupa pencapaian yang pernah kita raih. Tetapi mereka tidak akan lupa bagaimana kita memperlakukan mereka,” ujarnya.
Warisan terbaik yang ingin dia tinggalkan bukan jabatan atau kekayaan, melainkan nilai dan kesempatan yang pernah diberikan kepada orang lain.
Biodata
- Nama: Anggawira
- Pendidikan: Sarjana Teknik IPB (2002); Sarjana Teknik Industri Politeknik STMI Jakarta (2005); Magister Manajemen Universitas Islam Asyafiiyah (2009); Doktor Manajemen Universitas Negeri Jakarta (2014); Sarjana & Magister Hukum STIH IBLAM (2025 & 2022)
- Organisasi: Berbagai posisi di asosiasi dan organisasi usaha, termasuk Ketua ASPENBINDO (2020-sekarang) dan sejumlah peran lainnya
- Pengalaman kerja: Komisaris, penasihat senior, dan komisaris utama di sejumlah perusahaan serta penugasan di lembaga pemerintahan dan investasi
- Kegiatan lain: Hobi melakukan perjalanan bersama keluarga; mengunjungi lebih dari 40 negara dan masih berencana mengunjungi kawasan Amerika Latin
Ikuti Detak.media
