Detak Media — Industri kecerdasan buatan kembali memasuki fase persaingan baru setelah Sakana AI memperkenalkan Fugu dan Fugu Ultra sebagai model AI terbarunya. Startup yang berbasis di Tokyo tersebut menjadi sorotan karena menghadirkan solusi alternatif ketika sejumlah model AI premium dari Anthropic tidak lagi dapat diakses secara luas akibat kebijakan pemerintah Amerika Serikat.
Peluncuran Fugu Ultra menjadi sinyal bahwa inovasi AI kini semakin berkembang di luar Amerika Serikat dan China. Jepang melalui Sakana AI mulai menunjukkan ambisinya untuk bersaing di pasar global dengan menawarkan pendekatan teknologi yang berbeda dibanding model AI konvensional.
Fugu Ultra Dikembangkan untuk Menjawab Kebutuhan AI Generasi Baru
Sakana AI menyebut Fugu Ultra sebagai model yang dirancang untuk menangani pekerjaan dengan tingkat kompleksitas tinggi. Target utamanya bukan hanya pengguna umum, melainkan juga perusahaan, peneliti, hingga pengembang perangkat lunak yang membutuhkan kemampuan penalaran lebih mendalam.
Model ini diposisikan untuk membantu berbagai aktivitas seperti analisis data, pengembangan aplikasi, penelitian ilmiah, audit keamanan digital, hingga pemrosesan dokumen teknis dalam jumlah besar.
Sementara itu, Fugu versi reguler lebih difokuskan pada penggunaan sehari-hari, mulai dari membantu penulisan, menjawab pertanyaan, menyusun kode program, hingga mendukung pekerjaan administrasi.
Pendekatan Multi-Agen Menjadi Pembeda Utama
Keunikan Fugu terletak pada cara kerjanya yang tidak bergantung pada satu model AI saja.
Sistem ini menggunakan pendekatan multi-agen yang memungkinkan beberapa model AI bekerja secara bersamaan untuk menyelesaikan satu permintaan pengguna.
Setiap model memiliki tugas berbeda sesuai keahliannya, kemudian seluruh hasilnya digabungkan menjadi satu jawaban yang lebih lengkap dan konsisten.
Pendekatan tersebut diklaim mampu meningkatkan efisiensi pemrosesan sekaligus menghasilkan respons yang lebih akurat ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan beberapa tahapan analisis.
Performa Fugu Ultra Diklaim Mampu Menyaingi Model AI Terkemuka
Dalam peluncurannya, Sakana AI juga mempublikasikan hasil pengujian performa pada sejumlah benchmark industri.
Pada pengujian kemampuan pemrograman LiveCodeBench, Fugu Ultra berhasil memperoleh skor yang lebih tinggi dibanding Claude Fable 5.
Model tersebut juga mencatat hasil yang sangat kompetitif pada GPQA Diamond, benchmark yang menguji kemampuan AI menjawab soal tingkat pascasarjana di bidang sains.
Selain itu, Fugu Ultra disebut mampu memberikan performa yang sebanding pada pengujian SWE-Bench Pro yang banyak digunakan untuk mengukur kemampuan AI dalam menyelesaikan persoalan perangkat lunak.
Menurut perusahaan, hasil tersebut membuktikan bahwa pendekatan multi-agen dapat menghasilkan performa yang tidak kalah dibanding model AI frontier lainnya.
Momentum Peluncuran Dinilai Sangat Tepat
Kemunculan Fugu Ultra terjadi pada saat banyak perusahaan kehilangan akses terhadap Claude Fable 5 dan Mythos 5.
Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat menerapkan pembatasan ekspor terhadap model AI tertentu yang dianggap memiliki kemampuan tinggi dalam bidang keamanan siber.
Kondisi tersebut membuat banyak pengembang harus mencari alternatif baru agar layanan mereka tetap dapat berjalan tanpa bergantung pada model AI yang dibatasi.
Fugu Ultra pun hadir sebagai salah satu pilihan yang mulai menarik perhatian komunitas pengembang global.
Startup Jepang yang Mulai Menjadi Sorotan
Sakana AI memang tergolong perusahaan baru, namun tim pendirinya berasal dari kalangan peneliti AI yang telah memiliki reputasi internasional.
Salah satu pendirinya adalah Llion Jones, peneliti yang ikut menyusun makalah Attention Is All You Need. Publikasi tersebut menjadi fondasi lahirnya arsitektur Transformer yang saat ini digunakan hampir seluruh model AI modern.
Didukung investasi bernilai miliaran dolar AS, Sakana AI kini berkembang menjadi salah satu startup AI dengan pertumbuhan tercepat di Asia.
Keberhasilan perusahaan ini juga menunjukkan bahwa inovasi AI tidak lagi terpusat pada perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat.
Fugu Sudah Tersedia dengan Berbagai Pilihan Paket
Untuk menjangkau lebih banyak pengguna, Sakana AI menawarkan beberapa pilihan paket berlangganan.
Paket Standard ditawarkan dengan harga 20 dolar AS per bulan bagi pengguna individu.
Sementara paket Pro dibanderol 100 dolar AS per bulan dengan kapasitas penggunaan yang lebih besar.
Bagi perusahaan atau pengguna profesional, tersedia paket Max seharga 200 dolar AS per bulan yang dirancang untuk menangani pekerjaan berskala tinggi secara berkelanjutan.
Selain sistem langganan, Sakana AI juga menyediakan layanan berbasis penggunaan bagi perusahaan yang ingin mengintegrasikan Fugu ke dalam aplikasi maupun layanan digital mereka.
Peluncuran Fugu Ultra menjadi salah satu langkah penting dalam perkembangan industri AI global sepanjang 2026. Dengan pendekatan teknologi yang berbeda, performa yang diklaim mampu bersaing dengan model AI papan atas, serta dukungan tim peneliti berpengalaman, Sakana AI berpotensi menjadi salah satu pemain yang patut diperhitungkan dalam persaingan kecerdasan buatan beberapa tahun mendatang.
Ikuti Detak Media
