Snapdragon X2 Plus Jadi Senjata Baru Qualcomm untuk Tantang AMD dan Intel di Segmen Laptop Windows

Qualcomm resmi memperkenalkan lini chip terbarunya, Snapdragon X2 Plus, yang dirancang khusus untuk laptop berbasis sistem operasi Windows. Peluncuran ini dilakukan di ajang Consumer Electronic Show (CES) 2026, menandai langkah strategis Qualcomm untuk bersaing lebih ketat dengan produsen chip konvensional seperti AMD dan Intel di segmen komputasi personal.

Chip Qualcomm Snapdragon X2 Plus hadir dalam dua varian utama: X2P-64-100 dengan konfigurasi 10 core dan X2P-42-100 yang memiliki 6 core. Kedua varian ini dibangun menggunakan arsitektur N3P dari TSMC, sebuah pondasi yang diklaim mampu menghadirkan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan generasi sebelumnya.

Performa Generasi Baru

Varian tertinggi, Snapdragon X2 Plus X2P-64-100, dibekali dengan sepuluh inti prosesor Oryon yang mampu mencapai kecepatan clock maksimal 4 GHz. Konfigurasi ini terdiri dari enam Prime core untuk tugas berat dan empat Performance core yang lebih efisien daya. Qualcomm mengklaim peningkatan performa hingga 35 persen pada pengujian single-core dan 17 persen pada multi-core jika dibandingkan dengan Snapdragon X1 Plus, berdasarkan hasil uji benchmark Geekbench 6.

Sementara itu, model X2P-42-100 menawarkan enam Prime core dengan kecepatan clock yang sama, 4 GHz. Meskipun jumlah core lebih sedikit, Qualcomm tetap melaporkan kenaikan performa single-core sebesar 35 persen dan peningkatan multi-core sekitar 10 persen. Konsumsi daya puncak juga diklaim mengalami peningkatan performa sebesar 28 persen untuk single-core dan 52 persen untuk multi-core.

Kemampuan AI dan Grafis

Kedua model Snapdragon X2 Plus dilengkapi dengan unit pemrosesan saraf (NPU) yang mumpuni untuk tugas kecerdasan buatan (AI), mampu memproses hingga 80 TOPS. Dukungan memori LPDDR5X hingga 128 GB dengan kecepatan 9.523 MT/s juga menjadi salah satu keunggulannya.

Chip X2P-64-100 hadir dengan total cache 34 MB dan pengolah grafis (GPU) X2-45 berkecepatan 1,7 GHz, yang diklaim 29 persen lebih cepat dari generasi sebelumnya. Model X2P-42-100 memiliki total cache lebih kecil, 22 MB, dengan GPU yang sama namun kecepatan clock 0,9 GHz, yang tetap memberikan peningkatan performa 39 persen.

Tantangan untuk AMD dan Intel

Qualcomm tidak ragu membandingkan performa Snapdragon X2 Plus dengan prosesor terbaru dari AMD dan Intel. Dalam serangkaian pengujian benchmark internal, chip ARM ini diklaim mampu mengungguli prosesor mobile dari AMD Ryzen AI 7 350 serta Intel Core Ultra 7 256V dan 265U pada beban kerja CPU, GPU, dan AI, dengan tingkat konsumsi daya yang setara. Pengujian ini menggunakan Geekbench 6.5 dan UL Procyon pada laptop Windows 11.

Qualcomm menekankan pentingnya performa single-core untuk aktivitas komputasi harian seperti membuka aplikasi dan menjelajah web. Pada pengujian AI, NPU Snapdragon X2 Plus mencetak skor 83.624 di Geekbench AI, sekitar enam kali lebih tinggi dibandingkan Intel Core Ultra 7 265U. Dalam pengujian UL Procyon Computer Vision, performa NPU Snapdragon X2 Plus hampir 6,4 kali lebih tinggi dibanding sistem Intel referensi.

Ketersediaan di Pasar

Qualcomm menargetkan laptop berbasis Snapdragon X2 Plus untuk tersedia di pasar mulai paruh pertama tahun 2026. Salah satu contoh perangkat yang telah diperkenalkan adalah HP OmniBook 5 14, yang ditenagai oleh prosesor X2P-64-100 dan menawarkan opsi RAM hingga 32 GB.