— Sejumlah laporan rantai pasok dan analis industri menyebut iPhone lipat pertama dari Apple akan hadir dengan ketebalan sekitar 4,5 mm saat dibuka dan 9–9,5 mm saat dilipat. Jika akurat, angka ini membuatnya lebih tipis dari perangkat Apple mana pun yang pernah dipasarkan dalam kondisi terbuka.

Sebagai pembanding, iPad Pro 13-inch memiliki ketebalan 5,1 mm dan saat ini dikenal sebagai produk Apple paling tipis. Artinya, iPhone lipat ini melampaui rekor tersebut—sebuah capaian teknik yang tidak lazim untuk kategori ponsel lipat.

Nama resmi perangkat belum dikonfirmasi, namun sejumlah bocoran menyebut penamaan internalnya mengarah ke “iPhone Ultra”.

iPhone Lipat Apple Disebut Sangat Tipis, Harga Diprediksi Tembus Rp32 Juta

Layar 7,76 Inci dan Rasio 4:3, Fokus ke Pengalaman Tablet Mini

Perbandingan Tingkat Ketipisan Iphone Lipat
Ketebalan iPhone Ultra. Foto: Istimewa

Perangkat ini dikabarkan memakai layar OLED lipat 7,76 inci di bagian dalam serta layar luar 5,49 inci. Keduanya disebut mengusung rasio 4:3, rasio yang identik dengan iPad dan dinilai ideal untuk produktivitas, membaca, dan multitasking.

Chip yang diprediksi digunakan adalah A20 Pro fabrikasi 2 nm dari TSMC dengan RAM 12 GB—spesifikasi kelas atas yang selaras dengan positioning perangkat premium.

Meski bodi utamanya 4,5 mm, skema dummy unit memperlihatkan modul kamera belakang berbentuk plateau kotak yang menonjol cukup tinggi. Di titik tertinggi lensa, ketebalan lokal dilaporkan mendekati 9 mm.

Artinya, klaim 4,5 mm benar untuk sasis utama, namun bagian belakang tidak sepenuhnya rata karena kebutuhan modul kamera.

Kompromi Desain: Tanpa Face ID, Tanpa Telefoto, MagSafe Diduga di Casing

Untuk mencapai ketipisan ekstrem tersebut, Apple disebut harus membuat beberapa kompromi teknis.

Sistem Face ID dengan modul TrueDepth dikabarkan tidak muat di sasis ultra tipis. Sebagai gantinya, Apple dilaporkan mengadopsi Touch ID di tombol power, pendekatan yang sudah digunakan pada iPad.

Di sektor kamera, perangkat ini disebut hanya membawa dua sensor 48 MP (utama dan ultra-wide) tanpa lensa telefoto.

Hal menarik lain, analisis unit dummy menunjukkan tidak adanya ring magnet MagSafe di dalam bodi. Sejumlah produsen aksesori justru menyiapkan casing dengan magnet bawaan, memunculkan dugaan bahwa fungsi MagSafe akan dipindahkan ke aksesori eksternal.

Panel Layar Nyaris Tanpa “Crease”

Samsung Display dilaporkan mengembangkan panel khusus dengan kedalaman lipatan hanya 0,15 mm dan sudut lipatan di bawah 2,5 derajat.

Sebagai perbandingan, lipatan pada Samsung Galaxy Z Fold7 yang saat ini tergolong terbaik di kelasnya masih terlihat di kondisi cahaya tertentu. Target Apple disebut membuat permukaan layar di titik lipatan tampak hampir rata.

Produksi Mundur, Rilis Tetap Dibidik September

Analis Ming-Chi Kuo melaporkan produksi massal yang awalnya ditargetkan Juni 2026 mundur ke Agustus 2026. Meski demikian, peluncuran masih dibidik pada September, berbarengan dengan lini iPhone 18 Pro.

Keterlambatan ini membuat ketersediaan unit awal diperkirakan sangat terbatas, bahkan berpotensi langka hingga 2027, menyerupai situasi awal perilisan Apple Vision Pro.

Peluncuran iPhone 18 Standar Kabarnya Ditunda, Spesifikasi Disebut Bakal Dipangkas

Harga awal perangkat ini diperkirakan di atas USD 2.000 atau sekitar Rp32.000.000 (asumsi kurs Rp16.000 per USD). Jika benar, ini akan menjadi iPhone termahal yang pernah dipasarkan Apple.

Dengan desain super tipis, layar hampir tanpa lipatan, dan sejumlah kompromi fitur yang sangat terukur, iPhone lipat ini diposisikan bukan sekadar eksperimen, tetapi sebagai definisi Apple tentang seperti apa ponsel lipat seharusnya terasa di tangan pengguna.