Detak Media — Situasi genting menghampiri PSIS Semarang di pengujung fase grup Liga 2 Indonesia musim 2025–2026. Laskar Mahesa Jenar bukan lagi berbicara soal peluang promosi, melainkan bagaimana cara menghindari jerat play-off degradasi agar tetap bertahan di Championship musim depan (2026/2027).
Hingga pekan ke-25, PSIS menempati peringkat kedelapan Grup B dengan koleksi 20 poin. Posisi ini belum aman karena hanya berjarak dua poin dari zona play-off degradasi yang saat ini ditempati Persiba Balikpapan di peringkat sembilan.
Dalam regulasi kompetisi, tim peringkat sembilan dari masing-masing grup harus menjalani play-off degradasi untuk memperebutkan satu tempat bertahan di Liga 2 musim berikutnya. Artinya, satu hasil buruk saja bisa menyeret PSIS ke zona berbahaya.
Dua Laga Sisa Jadi Penentu Nasib
PSIS masih menyisakan dua pertandingan fase grup yang sangat krusial, yakni menghadapi Kendal Tornado FC dan PSS Sleman.
Laga terdekat akan berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (25/4/2026). Secara psikologis, laga kandang seharusnya menguntungkan. Namun fakta pertemuan musim ini justru tidak berpihak kepada PSIS.
Dalam dua pertemuan sebelumnya, PSIS selalu kalah dari Kendal Tornado. Sementara itu, Kendal datang dengan tren performa yang relatif stabil di papan tengah klasemen dan tidak dalam tekanan degradasi.
Kondisi ini membuat PSIS wajib tampil disiplin karena kehilangan poin di kandang bisa langsung memperbesar risiko turun ke posisi sembilan.
Tekanan Lebih Berat di Maguwoharjo
Setelah menghadapi Kendal, PSIS harus melakoni laga tandang berat ke Stadion Maguwoharjo pada 2 Mei 2026 melawan PSS Sleman.
PSS saat ini masih terlibat dalam persaingan papan atas Grup B untuk memperebutkan tiket promosi. Artinya, PSS dipastikan tampil dengan motivasi penuh karena masih memiliki kepentingan besar di klasemen.
Rekor pertemuan musim ini juga tidak menguntungkan PSIS. Dalam dua laga sebelumnya, PSS selalu mampu mengalahkan Laskar Mahesa Jenar.
Jika PSIS gagal meraih poin maksimal saat melawan Kendal, tekanan di laga terakhir kontra PSS akan berlipat ganda karena bisa menjadi laga hidup-mati untuk menghindari play-off.
Skenario Agar PSIS Aman Tanpa Play-off
Secara matematis, PSIS bisa memastikan aman tanpa bergantung hasil tim lain apabila mampu meraih minimal empat poin dari dua laga sisa.
- Menang atas Kendal Tornado akan memberi bantalan poin penting sebelum laga terakhir.
- Hasil imbang di Maguwoharjo bisa cukup, tergantung hasil yang diraih Persiba Balikpapan di dua laga mereka.
Namun jika PSIS hanya meraih satu poin atau bahkan dua kekalahan, peluang turun ke posisi sembilan sangat terbuka, apalagi jika Persiba mampu meraih hasil positif di waktu bersamaan.
Dengan dua laga berat di depan mata dan rekor pertemuan yang kurang bersahabat, PSIS Semarang berada dalam tekanan nyata di akhir musim. Nasib bertahan di Liga 2 Championship musim depan sepenuhnya ditentukan oleh performa mereka sendiri dalam 180 menit pertandingan tersisa.
Ikuti Detak Media
