Detak Media — Sosok Mirwan Suwarso, pebisnis kreatif asal Indonesia, kini tengah menjadi sorotan tajam di kancah sepak bola Italia berkat transformasinya yang luar biasa terhadap Como 1907. Dari klub yang nyaris terpuruk, kini Como 1907 di bawah komandonya berhasil menembus Liga Champions, sebuah pencapaian bersejarah yang diraih pada musim 2025/2026. Siapakah Mirwan Suwarso dan bagaimana kiprahnya yang sukses membawa Como 1907 menjadi raksasa baru di Italia?
Siapa Mirwan Suwarso?
Mirwan Suwarso adalah Presiden Como 1907, sebuah klub sepak bola Italia yang telah bertransformasi secara signifikan sejak diakuisisi oleh Djarum Group dari Indonesia. Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 29 Desember 1985, Mirwan saat ini berusia 40 tahun. Ia menempuh pendidikan tinggi di Purdue University, Amerika Serikat, dengan spesialisasi di bidang consumer science and retail management.
Sebelum terjun ke dunia sepak bola, Mirwan telah membangun rekam jejak yang mentereng di industri kreatif, media, dan hiburan. Ia juga dikenal memiliki kedekatan dengan dunia perfilman, periklanan, dan olahraga. Kehidupan pribadinya sempat menjadi sorotan saat menikah dengan aktris Nova Eliza, dan mereka dikaruniai seorang putri bernama Naima Malinka.
Perjalanan Karier yang Beragam
Perjalanan karier Mirwan Suwarso terbilang dinamis dan kaya pengalaman. Ia mengawali kiprahnya di industri periklanan sebagai Account Director di Saatchi & Saatchi Advertising dari tahun 2001 hingga 2003. Pengalaman ini membentuknya dalam strategi komunikasi dan pemasaran.
Selanjutnya, ia terjun ke dunia produksi film dengan menjabat sebagai Director Destiny Films dari tahun 2007 hingga 2012. Di bawah kepemimpinannya, Destiny Films berhasil memproduksi film bertema olahraga yang diapresiasi, seperti “Golden Goal” (2008) dan “Merah Putih Memanggil” (2017).
Paralel dengan kiprahnya di industri film, Mirwan juga memiliki peran penting di Djarum Group. Selama sepuluh tahun, dari 2010 hingga 2020, ia menjabat sebagai Business Development Director di Super Soccer TV, sebuah platform yang menjadi rumah bagi siaran liga-liga sepak bola Eropa. Pada periode yang sama, ia juga memegang tampuk kepemimpinan sebagai Head of Creative di MSP Entertainment (2012-2020).
Sejak tahun 2020, Mirwan dipercaya memegang posisi kunci sebagai CEO Mola, aplikasi streaming yang menyajikan berbagai tayangan olahraga, termasuk pertandingan sepak bola internasional, sekaligus menjadi Director Spotify Indonesia.
Keterlibatan Mirwan Suwarso dalam pengelolaan Como 1907 dimulai pada November 2019, pasca akuisisi klub oleh Djarum Group. Awalnya, akuisisi ini lebih diarahkan untuk mendukung program Garuda Select, yang bertujuan mengembangkan talenta muda Indonesia di Eropa. Namun, melihat potensi bisnis yang besar dalam pengelolaan klub sepak bola, Djarum Group kemudian mempercayakan Mirwan untuk memimpin Como 1907 sebagai presiden.
Pencapaian Gemilang di Como 1907
Di bawah kepemimpinan Mirwan Suwarso, Como 1907 mengalami metamorfosis yang spektakuler. Klub yang sempat berada di ambang kepunahan ini berhasil bangkit secara bertahap, mulai dari Serie D, promosi ke Serie C, hingga akhirnya kembali ke kasta tertinggi sepak bola Italia, Serie A, setelah penantian selama 21 tahun.
Puncak kejayaannya terjadi pada musim 2025/2026, ketika Como 1907 berhasil mengukir sejarah dengan lolos ke UEFA Champions League untuk pertama kalinya. Prestasi gemilang ini diraih berkat finis di posisi keempat klasemen akhir Serie A dengan mengumpulkan 71 poin, setelah mengalahkan Cremonese 4-1 pada laga pamungkas. Sebelumnya, Como juga telah memastikan tiket ke kompetisi Eropa, yaitu Liga Konferensi, melalui kemenangan atas Hellas Verona.
Pendekatan manajemen modern yang diusung Mirwan Suwarso menjadi kunci keberhasilan Como 1907. Ia menekankan pentingnya penggunaan data dalam setiap pengambilan keputusan strategis. Selain itu, ia juga dikenal dengan gaya kepemimpinan yang humanis, aktif dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di sekitar Danau Como, serta merangkul Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk pengembangan merchandise klub.
Pertumbuhan konsisten Como 1907 tidak hanya terfokus pada performa tim sepak bola, tetapi juga merambah pada pilar bisnis lainnya. Kebijakannya yang menolak sponsor dari industri judi menuai apresiasi positif dari para penggemar. Mirwan juga menunjukkan ketegasan dalam menjaga visi jangka panjang klub, terbukti saat ia menolak tawaran dari presiden Inter Milan, Beppe Marotta, yang tertarik merekrut pelatih Como, Cesc Fabregas, karena sang pelatih merupakan bagian integral dari proyeksi klub ke depan. Kehadiran legenda sepak bola Thierry Henry sebagai pemegang saham minoritas juga turut memperkuat aspek komersial klub.
Terkait pencapaian ini, Mirwan Suwarso mengungkapkan rasa syukurnya. “Musim belum berakhir, tetapi kita sudah memiliki banyak hal untuk disyukuri. Tahun ini, kedua tim Primavera dan tim Wanita kami berhasil promosi ke divisi teratas, dan sekarang Como telah lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Misi kami tetap sama: membangun masa depan yang berkelanjutan untuk klub ini, didorong oleh inovasi baik di dalam maupun di luar lapangan, sambil berkembang melampaui tembok kota kami, melampaui Italia, dan melampaui batas negara.” Mirwan juga menyatakan bahwa penunjukannya sebagai presiden bertujuan untuk menjaga kepentingan pemilik yang berada di Indonesia.
Ikuti Detak Media
