— Klub Italia Como 1907 mencetak sejarah baru setelah memastikan diri lolos ke Liga Champions UEFA musim 2026/2027. Tim yang dimiliki Grup Djarum asal Indonesia itu finis di posisi keempat klasemen akhir Serie A 2025/2026 dan untuk pertama kalinya akan tampil di kompetisi antarklub paling prestisius di Eropa.

Keberhasilan Como menjadi salah satu kisah paling mengejutkan di sepak bola Italia musim ini. Klub yang bermarkas di Danau Como tersebut menutup musim dengan koleksi 71 poin usai menang telak 4-1 atas Cremonese pada laga terakhir Serie A, Senin (25/5/2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut memastikan Como mengamankan satu tiket Liga Champions, sekaligus menandai pencapaian terbesar klub sejak berdiri pada 1907. Posisi mereka di empat besar juga dipengaruhi hasil kurang maksimal para pesaing, termasuk kekalahan AC Milan dan hasil imbang Juventus di pekan penutup musim.

Dari Serie D hingga Liga Champions

Perjalanan Como menuju Liga Champions terbilang dramatis. Klub ini pernah mengalami dua kali kebangkrutan pada 2004 dan 2016, bahkan sempat terlempar ke Serie D, kasta keempat sepak bola Italia.

Titik balik terjadi pada 2019 saat SENT Entertainment, perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Djarum, mengambil alih kepemilikan klub. Sejak saat itu, Como mulai membangun ulang fondasi tim dengan investasi besar, restrukturisasi manajemen, dan proyek jangka panjang.

Promosi ke Serie A pada musim 2023/2024 mengakhiri penantian panjang selama 21 tahun untuk kembali ke kasta tertinggi Liga Italia. Pada musim pertama setelah promosi, Como mampu bertahan dengan nyaman di papan tengah sebelum akhirnya tampil mengejutkan pada musim 2025/2026.

Keberhasilan tersebut membuat Como kini dianggap sebagai salah satu proyek sepak bola paling sukses di Italia dalam beberapa tahun terakhir.

Peran Mirwan Suwarso di Balik Kebangkitan Como

Nama Mirwan Suwarso menjadi sosok sentral dalam transformasi Como 1907. Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, 29 Desember 1985 itu bergabung dengan Como pada November 2019 dan resmi menjabat sebagai presiden klub pada 2023.

Di bawah kepemimpinannya, Como menjalankan strategi pembangunan klub yang agresif namun terukur. Mirwan berperan dalam berbagai keputusan penting, mulai dari perekrutan pemain, penguatan infrastruktur klub, hingga mempertahankan Cesc Fàbregas sebagai pelatih kepala.

Ia juga menjadi figur penting yang menjembatani proyek Como dengan investor Indonesia, sekaligus memperkuat identitas internasional klub.

Dukungan Grup Djarum Jadi Fondasi Utama

Kesuksesan Como tak lepas dari dukungan finansial Grup Djarum milik keluarga Hartono. Konglomerasi Indonesia yang dipimpin Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono itu memberikan investasi berkelanjutan sejak akuisisi dilakukan pada 2019.

Melalui SENT Entertainment, Grup Djarum membangun Como dengan pendekatan modern dan profesional. Investasi tidak hanya diarahkan pada skuad utama, tetapi juga pengembangan akademi, fasilitas latihan, hingga penguatan citra global klub.

Dengan dukungan tersebut, Como kini masuk dalam jajaran klub dengan pemilik paling kuat secara finansial di Italia.

Sentuhan Cesc Fàbregas

Kesuksesan Como musim ini juga tidak bisa dipisahkan dari tangan dingin Cesc Fàbregas. Mantan gelandang FC Barcelona, Chelsea FC, dan Timnas Spanyol itu berhasil membentuk tim yang disiplin, atraktif, dan konsisten sepanjang musim.

Fàbregas mampu memaksimalkan kombinasi pemain muda dan senior untuk bersaing dengan klub-klub besar Serie A. Pendekatan taktisnya dinilai menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Como finis di empat besar.

Dalam wawancara usai pertandingan terakhir musim ini, Fàbregas menggambarkan perjuangan Como seperti seorang pesepeda yang melesat di sprint terakhir untuk memenangkan perlombaan. Analogi itu disebutnya mencerminkan mentalitas tim sepanjang musim.

Debut Bersejarah di Kompetisi Elite Eropa

Lolosnya Como ke Liga Champions menjadi pencapaian bersejarah, tidak hanya bagi klub tetapi juga bagi sepak bola Indonesia. Como kini menjadi salah satu klub Eropa yang paling banyak mendapat perhatian publik Indonesia karena keterlibatan Grup Djarum dan Mirwan Suwarso dalam pengelolaannya.

Musim 2026/2027 nanti akan menjadi debut Como di Liga Champions UEFA. Tantangan besar menanti mereka untuk bersaing dengan klub-klub elite Eropa, namun keberhasilan musim ini membuktikan bahwa proyek jangka panjang yang dibangun sejak 2019 mulai membuahkan hasil nyata.

Perjalanan Como dari klub yang sempat terpuruk di Serie D hingga tampil di Liga Champions kini menjadi salah satu kisah kebangkitan paling menarik dalam sepak bola Eropa modern.