— Al-Ittihad dipastikan akan mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Sergio Conceicao setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan bersama. Keputusan tersebut muncul usai musim 2025/2026 yang berjalan penuh tekanan dan hasil yang jauh dari ekspektasi klub.

Pelatih asal Portugal itu sebenarnya baru ditunjuk sebagai pelatih Al-Ittihad pada 8 Oktober 2025 untuk menggantikan Laurent Blanc. Kehadirannya kala itu diharapkan mampu membawa perubahan besar melalui gaya permainan agresif serta disiplin taktis yang menjadi ciri khasnya selama berkarier di Eropa.

Namun perjalanan Conceicao bersama Al-Ittihad ternyata tidak berjalan mulus. Klub gagal bersaing dalam perebutan gelar Liga Arab Saudi dan tersingkir lebih awal dari Liga Champions AFC Elite.

Al-Ittihad Gagal Penuhi Target Musim Ini

Musim 2025/2026 menjadi periode yang cukup sulit bagi Al-Ittihad. Klub hanya mampu finis di posisi kelima klasemen Liga Profesional Arab Saudi dengan koleksi 55 poin.

Jumlah tersebut terpaut sangat jauh dari Al-Nassr yang sukses keluar sebagai juara liga musim ini bersama megabintang Cristiano Ronaldo.

Selain gagal di kompetisi domestik, Al-Ittihad juga tidak mampu berbicara banyak di level Asia. Mereka harus tersingkir pada babak perempat final Liga Champions AFC Elite setelah performa tim dinilai tidak konsisten sepanjang turnamen.

Tekanan terhadap Sergio Conceicao semakin besar memasuki paruh kedua musim ketika performa tim mulai menurun drastis. Inkonsistensi hasil pertandingan membuat rumor pemecatan sang pelatih terus bermunculan dalam beberapa pekan terakhir.

Pada akhirnya, manajemen klub memutuskan untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat meski kontrak Conceicao sebenarnya masih tersisa hingga satu musim ke depan.

Kepergian Karim Benzema Jadi Faktor Penting

Salah satu faktor yang disebut sangat memengaruhi performa Al-Ittihad musim ini adalah hengkangnya mantan kapten tim, Karim Benzema.

Penyerang asal Prancis tersebut meninggalkan Al-Ittihad pada bursa transfer musim dingin dan bergabung dengan rival domestik, Al Hilal.

Kepergian Benzema dianggap memberikan dampak besar terhadap stabilitas tim, terutama dalam hal kepemimpinan di ruang ganti serta efektivitas serangan.

Sergio Conceicao sempat mencoba mengubah pendekatan taktik setelah kehilangan striker andalannya tersebut. Namun berbagai eksperimen yang dilakukan tidak mampu mengembalikan performa terbaik Al-Ittihad.

Dalam total 42 pertandingan di semua kompetisi, Conceicao mencatatkan 22 kemenangan bersama Al-Ittihad. Meski angka tersebut tidak sepenuhnya buruk, hasil itu tetap dianggap belum memenuhi standar tinggi klub.

Al-Ittihad Segera Cari Pengganti

Setelah memastikan perpisahan dengan Sergio Conceicao, manajemen Al-Ittihad langsung bergerak cepat mencari sosok pelatih baru untuk musim mendatang.

Departemen olahraga klub yang dipimpin CEO Domingos Soares de Oliveira dikabarkan sudah mulai menyusun daftar kandidat potensial.

Prioritas utama Al-Ittihad adalah mendatangkan pelatih berpengalaman yang mampu membawa klub kembali bersaing di papan atas Liga Profesional Arab Saudi sekaligus tampil lebih kompetitif di level Asia.

Manajemen klub juga disebut ingin membangun ulang skuad dengan pendekatan baru setelah musim yang mengecewakan ini.

Perombakan besar diperkirakan akan terjadi pada bursa transfer musim panas demi meningkatkan kualitas tim.

Sergio Conceicao Siap Kembali ke Eropa

Sementara itu, Sergio Conceicao dilaporkan siap membuka lembaran baru setelah meninggalkan Arab Saudi. Pelatih berusia 51 tahun tersebut disebut tertarik kembali menangani klub Eropa setelah pengalamannya bersama Al-Ittihad berakhir lebih cepat.

Nama Conceicao sebelumnya dikenal luas berkat kesuksesannya di Portugal bersama Porto. Ia dianggap sebagai salah satu pelatih dengan karakter kuat dan filosofi permainan intens.

Meski gagal memenuhi ekspektasi di Al-Ittihad, reputasinya di sepak bola Eropa masih cukup tinggi dan diyakini tetap menarik minat sejumlah klub.

Kini baik Al-Ittihad maupun Sergio Conceicao sama-sama bersiap menghadapi babak baru. Klub ingin segera bangkit dan kembali memburu gelar, sementara Conceicao berpeluang memulai tantangan baru dalam karier kepelatihannya.