Detak.media — Sepuluh saham tercatat menjadi penyebab kerugian besar bagi investor selama perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada pekan 6–10 Juli 2026. Penurunan harga saham pada daftar top losers berkisar antara 11,7% sampai 26,6% sepanjang periode tersebut.
Di tengah tekanan pada saham-saham tertentu, indeks harga saham gabungan (IHSG) justru mencatat penguatan mingguan sebesar 0,83%, ditutup pada level 5.924,3 dari 5.875,7 pekan sebelumnya.
Situasi Pasar Mingguan
Nilai kapitalisasi pasar Bursa meningkat 0,51% menjadi Rp 10.340 triliun dari Rp 10.287 triliun pekan sebelumnya, atau bertambah sekitar Rp 53 triliun.
Rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa naik 29,69% menjadi 1,87 juta kali transaksi dari 1,44 juta kali transaksi. Namun, rata-rata nilai transaksi harian turun 8,88% menjadi Rp 10,27 triliun dari Rp 11,27 triliun.
Rata-rata volume transaksi harian juga meningkat 16,83% menjadi 20,49 miliar saham dari 17,54 miliar saham pada pekan sebelumnya.
Investor asing pada Jumat terakhir pekan tersebut membukukan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp 421,7 miliar. Sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 76,15 triliun.
Saham Top Losers
- PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS): anjlok 26,6% menjadi Rp 440 dari Rp 600.
- PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA): turun 25,4% menjadi Rp 282 dari Rp 1.840.
- PT Panca Global Capital Tbk (PEGE): melemah 17,1% menjadi Rp 104.
- PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD): terpangkas 14,6% menjadi Rp 186.
- PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI): turun 13,6% menjadi Rp 6.000.
- PT Tira Austenite Tbk (TIRA): tergelincir 12,7% menjadi Rp 515.
- PT Sentul Permai Tbk (KDTN): melemah 12,6% menjadi Rp 520.
- PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO): turun 12,5% menjadi Rp 250.
- PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI): jatuh 11,9% menjadi Rp 73.
- PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO): terpangkas 11,7% menjadi Rp 610.
Ikuti Detak.media
