Detak Media — Real Madrid kini mengalihkan perhatian penuh pada laga Liga Champions tengah pekan ini melawan Bayern Munich. Tim raksasa Spanyol tersebut harus membalikkan defisit satu gol di Allianz Arena melawan tim Bayern yang tampil prima di bawah asuhan Vincent Kompany.
Untuk mencapai target ini, Real Madrid sangat membutuhkan seluruh pemain terbaiknya untuk menunjukkan performa puncak, termasuk Jude Bellingham, yang memiliki catatan kurang ideal di sejumlah pertandingan penting musim ini. Bellingham menghadapi misi pembuktian pribadi di laga krusial ini.
Beberapa tim lawan telah menyebabkan rasa sakit tersendiri bagi Bellingham, seperti Bayern Munich. Pertandingan mendatang akan menjadi pertemuan ke-12 dalam kariernya melawan raksasa Bavaria tersebut, dengan catatan delapan kekalahan, dua hasil imbang, dan hanya satu kemenangan.
Misi Pembuktian Jude Bellingham di Hadapan Bayern Munich
Sebagian besar kekalahan Bellingham dari Bayern Munich terasa menyakitkan, terutama kenangan pahit terakhirnya sebagai pemain Borussia Dortmund. Saat itu, Bayern berhasil merebut gelar Bundesliga dari genggaman Dortmund pada hari terakhir musim 2022-2023, yang sekaligus menggagalkan perpisahan manis Bellingham sebelum kepindahannya ke Madrid.
Satu-satunya kemenangan Bellingham atas Bayern terjadi di semifinal Liga Champions dua musim lalu. Kala itu, dua gol Joselu pada dua menit terakhir menghasilkan salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah sepak bola Eropa, yang mengantarkan Real Madrid ke final.
Kini, Bellingham kembali menghadapi Bayern Munich dalam sebuah pertandingan di mana ia diperkirakan akan menjadi starter setelah berjuang dengan cedera di sebagian besar musim. Kualitas pemain Inggris ini, termasuk kemampuannya melakukan penetrasi tajam ke dalam kotak penalti, sangat dibutuhkan Real Madrid saat mereka mengejar kemenangan terbesar musim ini.
Ikuti Detak Media
