Detak Media — Southampton harus menerima hukuman berat dari English Football League (EFL) setelah dinyatakan bersalah melakukan praktik pengintaian terhadap sejumlah tim lawan sepanjang musim Championship 2025/2026. Keputusan tersebut langsung mengguncang sepak bola Inggris karena The Saints resmi dikeluarkan dari Final playoff Championship yang seharusnya menjadi kesempatan terakhir mereka untuk promosi ke Premier League.
Sanksi itu diumumkan EFL setelah proses investigasi panjang yang melibatkan beberapa pertandingan penting Southampton selama musim ini. Selain kehilangan tiket menuju partai final playoff, klub asal pantai selatan Inggris tersebut juga dijatuhi pengurangan empat poin untuk musim depan.
Keputusan tersebut membuat Middlesbrough mendapat kesempatan kedua. Klub berjuluk The Boro itu kini dipastikan menggantikan Southampton di final playoff Championship dan akan menghadapi Hull City di Stadion Wembley dalam laga penentuan promosi ke Premier League musim depan.
EFL Temukan Pelanggaran Serius Southampton
Kasus ini awalnya mencuat setelah Middlesbrough mengajukan keluhan resmi kepada EFL terkait dugaan praktik pengintaian yang dilakukan Southampton menjelang semifinal playoff Championship. Pada pertandingan tersebut, Southampton berhasil menyingkirkan Middlesbrough dan melaju ke final.
Namun investigasi EFL ternyata menemukan fakta yang lebih luas. Southampton tidak hanya didakwa melakukan pengawasan terhadap sesi latihan Middlesbrough, tetapi juga diduga melakukan tindakan serupa dalam pertandingan melawan Oxford United dan Ipswich Town.
Pelanggaran itu berkaitan dengan aktivitas pemantauan latihan lawan dalam waktu 72 jam sebelum pertandingan resmi berlangsung. Regulasi EFL dengan tegas melarang segala bentuk pengintaian terhadap persiapan tim lawan karena dianggap melanggar prinsip fair play dan integritas kompetisi.
Setelah melalui pemeriksaan internal, Southampton akhirnya mengakui adanya pelanggaran terhadap aturan liga. Meski demikian, klub tetap menyatakan keberatan atas hukuman yang dijatuhkan dan segera mengajukan proses banding.
Southampton Ajukan Proses Banding
Pihak Southampton menilai hukuman yang diberikan terlalu berat karena berdampak langsung pada peluang mereka kembali ke Premier League. Klub berharap proses banding dapat mengubah keputusan EFL sebelum final playoff digelar.
Menurut pernyataan resmi operator liga, sidang banding dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei 2026. Hasil akhirnya diperkirakan diumumkan maksimal 24 jam setelah proses persidangan selesai.
EFL juga membuka kemungkinan adanya penyesuaian jadwal final playoff apabila proses banding memunculkan keputusan baru. Situasi tersebut membuat persiapan Middlesbrough dan Hull City sempat berada dalam ketidakpastian.
Meski demikian, hingga saat ini EFL tetap menganggap keputusan awal masih berlaku. Artinya, Middlesbrough untuk sementara resmi mengambil posisi Southampton di partai final.
Middlesbrough Sambut Positif Keputusan EFL
Middlesbrough menjadi pihak yang paling diuntungkan dari hukuman tersebut. Klub yang sebelumnya tersingkir di semifinal kini kembali memiliki peluang promosi ke kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Dalam pernyataan resminya, Middlesbrough menyebut keputusan EFL sebagai langkah penting untuk menjaga integritas olahraga. Klub juga menegaskan bahwa kompetisi profesional harus berjalan secara adil tanpa adanya praktik-praktik yang melanggar aturan.
Final playoff Championship sendiri dikenal sebagai salah satu pertandingan paling bernilai di dunia sepak bola. Klub yang berhasil promosi ke Premier League diperkirakan bisa memperoleh pemasukan lebih dari 200 juta pounds dari hak siar televisi, sponsor, dan pendapatan komersial lainnya.
Karena itu, hukuman terhadap Southampton dianggap menjadi peringatan keras bagi seluruh klub Inggris agar menjaga etika kompetisi.
Skandal Ini Ingatkan Kasus Leeds United
Kontroversi yang melibatkan Southampton langsung mengingatkan publik pada kasus Leeds United tahun 2019. Saat itu, Leeds yang dilatih Marcelo Bielsa juga tersandung skandal pengintaian terhadap sesi latihan Derby County.
Meski hanya berujung denda finansial, kasus Leeds sempat menjadi sorotan besar di Inggris karena dianggap mencederai sportivitas sepak bola profesional.
Kini, Southampton menghadapi konsekuensi yang jauh lebih berat. Selain kehilangan peluang promosi musim ini, klub juga harus memulai musim depan dengan pengurangan poin yang berpotensi memengaruhi persaingan mereka di Championship.
Ikuti Detak Media
