Detak Media — Raphinha meluapkan kemarahannya terhadap kepemimpinan wasit setelah FC Barcelona tersingkir dari babak perempat final Liga Champions oleh Atletico Madrid. Meski berhasil memenangkan leg kedua dengan skor 2-1, klub asal Catalan tersebut harus merelakan tiket semifinal karena kalah agregat tipis 3-2.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Civitas Metropolitano tersebut diwarnai berbagai keputusan kontroversial, termasuk kartu merah untuk Eric Garcia dan klaim penalti Dani Olmo yang diabaikan oleh pengadil lapangan. Raphinha, yang hadir di Madrid untuk mendukung rekan setimnya meskipun tengah mengalami cedera, menyebut hasil tersebut sebagai ketidakadilan yang merugikan timnya.
Kekecewaan ini menambah panjang daftar protes Blaugrana terhadap kinerja wasit di kompetisi kasta tertinggi Eropa musim ini. Berdasarkan informasi yang dilansir Marca, ini merupakan laga kedua berturut-turut di mana klub mempertanyakan keputusan pengadil, setelah sebelumnya UEFA menolak keluhan formal terkait pertandingan terdahulu.
Kontroversi Kartu Merah dan Kritik Tajam Raphinha
Insiden kartu merah yang diterima Eric Garcia setelah melakukan pelanggaran terhadap Alexander Sorloth menjadi pemicu utama kemarahan Raphinha. Pemain asal Brasil tersebut menilai wasit tidak konsisten dalam memberikan hukuman, terutama saat menghadapi permainan fisik dari pemain tuan rumah.
“Ini benar-benar sebuah perampokan. Wasit memiliki banyak masalah dan mengambil keputusan-keputusan yang luar biasa aneh. Saya tidak tahu berapa banyak pelanggaran yang dilakukan Atletico Madrid tanpa membuahkan kartu,” ujar Raphinha kepada Marca.
Pihak Barcelona juga menyoroti kegagalan wasit memberikan penalti atas insiden yang menimpa Dani Olmo di babak pertama. Raphinha menegaskan bahwa akumulasi keputusan tersebut membuat perjuangan para pemain Barcelona di lapangan menjadi sia-sia karena faktor eksternal.
Perjuangan Hansi Flick dan Gol Penentu Ademola Lookman
Skuad asuhan Hansi Flick sebenarnya menunjukkan karakter yang kuat dengan sempat menyamakan kedudukan melalui gol dari Lamine Yamal dan Ferran Torres. Namun, satu gol balasan dari Ademola Lookman akhirnya memastikan langkah Atletico Madrid untuk melaju ke babak semifinal Liga Champions.
Meskipun Barcelona mendominasi jalannya pertandingan pada leg kedua, hasil akhir tetap berpihak pada tuan rumah secara agregat. Kegagalan ini memicu perdebatan mengenai beban kerja pemain yang harus melakukan upaya berkali-kali lipat demi meraih kemenangan di tengah situasi yang mereka anggap tidak adil.
“Sangat manusiawi untuk melakukan kesalahan, tetapi jika hal ini terus berulang… Kami memainkan pertandingan yang hebat, tetapi mereka merampas kelolosan kami. Sepertinya kami harus bekerja tiga kali lipat lebih keras untuk bisa menang,” tegas Raphinha melalui laporan Marca.
Ikuti Detak Media
