Detak Media — Manajemen PSIS Semarang resmi menunjuk Kas Hartadi sebagai pelatih kepala baru untuk mengarungi dua laga sisa kompetisi Liga Championship 2025/2026.
Penunjukan ini dilakukan pada Selasa, 21 April 2026, sebagai langkah cepat klub dalam upaya krusial menghindari ancaman degradasi ke kasta yang lebih rendah. Kas Hartadi, pelatih kawakan dengan segudang pengalaman, diharapkan mampu mendongkrak performa tim dan meraih hasil maksimal di dua pertandingan penentu tersebut.
Keputusan manajemen ini muncul setelah Andri Ramawi mengundurkan diri dari kursi pelatih kepala pada pekan lalu, meninggalkan “Laskar Mahesa Jenar” dalam situasi genting di Grup 2.
Kas Hartadi dijadwalkan langsung memimpin sesi latihan rutin PSIS Semarang mulai hari ini, Rabu, 22 April 2026, guna mempersiapkan tim menghadapi Kendal Tornado FC pada Sabtu, 25 April 2026, dan PSS Sleman pada Sabtu, 2 Mei 2026. Dua laga ini menjadi penentu nasib PSIS di Championship musim ini.
Pergantian Pelatih di Tengah Krisis
Pergantian kepemimpinan di kursi pelatih bukan hal baru bagi PSIS Semarang musim ini. Klub kebanggaan ibu kota Jawa Tengah ini telah mengalami beberapa kali pergantian juru taktik, menjadikan Kas Hartadi sebagai pelatih kelima atau keenam yang menukangi tim di musim 2025/2026.
Sebelumnya, PSIS sempat ditangani oleh Kahudi Wahyu, Ega Raka Galih (caretaker), Jafri Sastra, hingga Andri Ramawi Putra, yang kemudian diikuti oleh Anang Dwita sebagai caretaker sementara setelah Andri mundur.
Asisten Manajer PSIS, Moch Reza Handhika, menjelaskan bahwa penunjukan Kas Hartadi bukan sekadar formalitas untuk memenuhi regulasi, melainkan didasari kepercayaan penuh terhadap kapasitas dan rekam jejak pelatih berusia 55 tahun tersebut.
“Kami menunjuk beliau bukan hanya sebagai syarat wajib mendampingi tim, tetapi kami percaya sepenuhnya dengan kemampuan dan pengalaman Coach Kas Hartadi,” ujar Reza Handhika dalam keterangan resminya.
Reza berharap kedatangan Kas Hartadi dapat memberikan dampak positif dan membawa kemenangan bagi tim di sisa laga musim ini.
“Semoga beliau bisa memberikan hasil positif dengan kemenangan di sisa laga kami musim ini,” tambahnya.
Misi Berat Hindari Degradasi
Situasi PSIS Semarang saat ini memang memerlukan sentuhan pelatih berpengalaman. Tim “Mahesa Jenar” berada di peringkat kedelapan klasemen sementara Grup 2 Pegadaian Championship 2025/2026 dengan koleksi 20 poin.
Posisi ini belum aman dari ancaman zona playoff degradasi, di mana mereka hanya terpaut dua poin dari Persiba Balikpapan yang berada di peringkat kesembilan dengan 18 poin.
Ancaman degradasi beruntun menghantui PSIS, yang sebelumnya terdegradasi dari Liga 1 pada musim 2024/2025. Performa buruk di awal musim Championship 2025/2026 membuat mereka terperosok, meskipun sempat membaik setelah kedatangan investor baru.
Dua laga sisa menjadi “final” bagi PSIS untuk mengamankan posisi mereka di Championship dan menghindari turun kasta ke Liga 3.
Rekam Jejak Kas Hartadi
Kas Hartadi bukanlah nama asing di kancah sepak bola nasional. Pelatih kelahiran 6 Desember 1970 ini memiliki rekam jejak panjang dan mumpuni dalam menangani berbagai klub di Indonesia. Pengalamannya meliputi kesuksesan membawa Sriwijaya FC menjuarai Liga Super Indonesia, serta meloloskan Kalteng Putra dan Dewa United ke Liga 1.
Sebelum berlabuh di Semarang, Kas Hartadi tercatat pernah membesut sejumlah tim besar seperti Sriwijaya FC, Persik Kediri, Dewa United, PSIM Yogyakarta, dan PSMS Medan. Kemampuannya dalam menangani tim di situasi krusial dan membawa mereka meraih target menjadi pertimbangan utama manajemen PSIS dalam menunjuknya.
Dengan latar belakang tersebut, manajemen PSIS menaruh harapan besar di pundak Kas Hartadi untuk memimpin Otavio Dutra dkk. dalam dua pertarungan terakhir musim ini. Laga pertama Kas Hartadi bersama PSIS akan tersaji di kandang sendiri saat menghadapi Kendal Tornado FC pada Sabtu, 25 April 2026.
Pertandingan ini menjadi ujian perdana bagi Kas Hartadi untuk membuktikan sentuhan dinginnya dan membawa “Laskar Mahesa Jenar” meraih kemenangan kandang yang sangat dibutuhkan.
Ikuti Detak Media
