Detak Media — PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) menetapkan harga penawaran perdana saham (IPO) pada Rp120 per saham, atau di batas atas rentang penawaran Rp100–120 per saham.
Perseroan menawarkan 522,9 juta saham atau 30% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh kepada publik. Dengan harga final itu, nilai penawaran mencapai sekitar Rp62,74 miliar.
Masa penawaran umum berlangsung pada 1–7 Juli 2026. Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 9 Juli 2026.
Sucor Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek untuk IPO ini.
Dana hasil penawaran sebagian dialokasikan untuk pelunasan pokok fasilitas kredit. Perusahaan menyebutkan sekitar Rp35,66 miliar akan dipakai untuk melunasi fasilitas kepada PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Pan Indonesia Tbk.
Komposisi pemegang saham sebelum IPO adalah PT Prodia Utama 51%, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) 39%, dan Diasys Diagnostic Systems GmbH 10%.
Prodia Diagnostic Line merupakan unit bisnis Grup Prodia yang bergerak di industri In Vitro Diagnostics (IVD). Perseroan menyatakan memiliki pengalaman lebih dari 45 tahun di bidang kimia klinik dan menyediakan solusi IVD yang mencakup formulasi produk, desain kemasan, serta pelatihan dan dukungan.
Informasi mengenai penawaran ini merujuk pada prospektus ringkas perseroan.
Ikuti Detak Media
