— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih turun pada perdagangan Rabu (1/7/2026), meski penguatan di Wall Street dapat memberi sentimen positif bagi pasar domestik.

Sebaliknya, berlanjutnya aksi jual investor asing, pelemahan pada mayoritas harga komoditas, serta tekanan pada nilai tukar rupiah dinilai berpotensi menekan kinerja indeks.

Proyeksi Pergerakan dan Level Kritis

CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang support di 5.485-5.330 dan resist di 5.800-5.960.

Pergerakan ini dinilai dipengaruhi oleh dinamika eksternal dan arus modal yang masih belum stabil, meski beberapa faktor global memberikan daya dukung.

Dorongan Dari Wall Street

Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham AS kembali menguat setelah saham produsen chip bergerak positif dan aktivitas window dressing untuk menutup periode enam bulan pertama tahun ini.

Beberapa emiten chip besar yang mencatatkan penguatan cukup signifikan diantaranya Nvidia 2,6%, Advanced Micro Devices 7,7% dan Intel 6%.

Penguatan sektor chip turut mengangkat VanEck Semiconductor ETF (SMH) yang tercatat naik hingga 3,78% secara year-to-date.

Di paruh pertama tahun ini, kenaikan saham teknologi membuat Nasdaq mencatatkan kenaikan 12%, sementara S&P 500 dan Dow Jones masing-masing naik 9,6% dan 8,9%. Indeks Russell 2000, yang terdiri dari saham kapitalisasi kecil, mencatatkan kenaikan hingga 22% — capaian terbaik sejak 1991.

Rekomendasi Saham Untuk Trading

Dalam kondisi pasar yang bergejolak, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan beberapa saham untuk aktivitas trading pada sesi Rabu, yaitu:

  • CPIN
  • ICBP
  • UNVR
  • HMSP
  • CMRY
  • AALI

Rekomendasi tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan prospek pergerakan harga jangka pendek di tengah sentimen global dan domestik saat ini.