Detak.Media — Indomobil eMotor resmi memperkenalkan Sprinto sebagai skutik listrik terbaru yang menyasar penggunaan harian di perkotaan. Motor ini dipasarkan dengan harga mulai Rp25,5 juta OTR Jakarta dan langsung menonjolkan klaim torsi besar sebagai daya tarik utamanya. Di tengah pasar motor listrik yang semakin padat, Sprinto hadir dengan pendekatan berbeda, yakni memadukan performa instan khas motor listrik dengan kelengkapan fitur elektronik yang jarang ditemui di kelas harga selevel.
Secara desain, Sprinto mengusung tampilan yang akrab dengan pengguna skutik konvensional. Proporsinya dibuat tidak jauh berbeda dari motor bensin agar mudah diterima konsumen Indonesia, dengan dimensi panjang 1.980 mm, lebar 745 mm, tinggi 1.115 mm, ground clearance 150 mm, serta tinggi jok 770 mm yang ramah untuk postur rata-rata pengendara.
Klaim torsi 195 Nm dan karakter akselerasi instan

Jantung penggerak Indomobil Sprinto menggunakan motor listrik bertenaga 3,5 kW dengan sistem hub drive di roda belakang. Konfigurasi ini memungkinkan tenaga disalurkan langsung ke roda, sehingga menghasilkan respons awal yang sangat cepat. Indomobil eMotor mengklaim torsi puncak yang dihasilkan mencapai 195 Nm di roda, angka yang sangat besar untuk ukuran sepeda motor dan menjadi salah satu yang tertinggi di kelasnya.
Karakter torsi instan ini membuat Sprinto diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 50 km/jam dalam waktu 6,4 detik. Kecepatan puncaknya berada di kisaran 90 hingga 95 km/jam, cukup untuk mengikuti ritme lalu lintas perkotaan. Sensasi tarikan awalnya disebut setara dengan performa skutik bensin 125 cc saat mulai melaju dari posisi diam, terutama dalam kondisi stop and go.
Baterai 2,45 kWh dan jarak tempuh hingga 110 km

Sprinto dibekali baterai lithium berkapasitas 2,45 kWh yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas harian. Dalam klaim pabrikan, motor listrik Indomobil ini mampu menempuh jarak hingga 110 km dalam sekali pengisian daya penuh, tergantung gaya berkendara dan mode yang digunakan.
Pengisian daya menggunakan charger standar memerlukan waktu sekitar tujuh jam hingga penuh. Indomobil eMotor juga menyediakan opsi pengisian cepat di jaringan mereka, yang diklaim dapat mengisi daya dari 20 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit. Baterai pada Sprinto disertai garansi selama tiga tahun.
Fitur modern dengan layar TFT 9 inci dan sistem keselamatan lengkap

Salah satu pembeda utama Sprinto dibanding motor listrik lain di kelasnya ada pada kelengkapan fitur. Panel instrumen menggunakan layar TFT touchscreen berukuran 9 inci yang menampilkan berbagai informasi berkendara secara interaktif, termasuk tampilan G-Force dan perubahan tema sesuai mode berkendara.
Pengendara dapat memilih tiga mode berkendara, yakni Eco, Normal, dan Boost. Sprinto juga dilengkapi Traction Control System, Combi Brake Assist, Hill Start Assist, serta regenerative braking yang membantu mengisi ulang daya saat deselerasi. Sistem keamanannya diperkuat dengan keyless start, anti-theft alarm, proteksi kelistrikan IP67, reverse mode, dan push assist mode untuk memudahkan manuver di ruang sempit.
Kaki-kaki menggunakan velg 14 inci di depan dan belakang, dibalut ban radial berukuran 90/90 R14 di depan dan 100/80 R14 di belakang, mendukung stabilitas saat melaju di berbagai kondisi jalan.
Harga Rp25,5 juta dan posisi di pasar motor listrik
Dengan harga Rp25,5 juta OTR Jakarta, Sprinto masuk ke segmen motor listrik menengah yang bersaing ketat. Namun, kombinasi klaim torsi besar, fitur elektronik melimpah, serta desain yang familiar membuat model ini diposisikan sebagai alternatif serius bagi pengguna skutik bensin 125 cc yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa mengorbankan sensasi berkendara.
Kehadiran Sprinto menegaskan langkah Indomobil eMotor dalam memperluas portofolio kendaraan listrik roda dua di Indonesia, sekaligus mempertegas bahwa motor listrik kini tidak lagi hanya soal efisiensi, tetapi juga soal performa dan teknologi.
Ikuti Detak.Media
