BYD Akan Luncurkan Teknologi Pengisian Baterai Super Cepat secara Global, Bisa Isi Penuh Baterai dalam 5 Menit
Produsen kendaraan listrik terkemuka asal China, BYD, mengumumkan kesiapannya untuk membawa teknologi pengisian daya super cepat terbarunya, Flash Charging, ke pasar global. Teknologi ini diklaim dapat mengisi daya baterai mobil listrik secara signifikan lebih cepat dibandingkan metode pengisian konvensional, bahkan melebihi kecepatan yang ditawarkan oleh Tesla Supercharger.
Pengenalan teknologi Flash Charging ini menandai langkah strategis BYD untuk memperluas jangkauan globalnya, terutama di pasar Eropa. Pengumuman ini disambut antusias oleh para pemerhati industri otomotif yang melihatnya sebagai terobosan besar dalam mengatasi salah satu hambatan utama adopsi mobil listrik, yaitu waktu pengisian daya yang lama.
Revolusi Pengisian Daya Mobil Listrik
Teknologi Flash Charging dari BYD dikembangkan untuk memungkinkan pengisian daya baterai mobil listrik dalam waktu yang sangat singkat, menyerupai kecepatan pengisian bahan bakar pada kendaraan konvensional. Berdasarkan informasi yang dirilis, mobil listrik BYD dan Denza yang telah kompatibel dengan teknologi ini dapat menerima daya hingga 1.500 kW.
Secara spesifik, teknologi ini mampu mengisi daya baterai dari kondisi 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit. Untuk pengisian daya hingga hampir penuh, yakni dari 10 persen ke 97 persen, prosesnya diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar sembilan menit. Kemampuan ini secara drastis mengurangi waktu tunggu pengguna, yang sebelumnya menjadi salah satu keraguan utama dalam penggunaan mobil listrik.
Bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem, seperti suhu minus 30 derajat Celsius, waktu pengisian daya sistem ini diklaim hanya meningkat menjadi sekitar 12 menit. Hal ini menunjukkan ketangguhan teknologi yang dirancang untuk mengurangi kesenjangan performa antara pengisian bahan bakar konvensional dan pengisian daya listrik, terutama di iklim yang dingin.
Target Ekspansi Global dan Infrastruktur
BYD menargetkan pembangunan 6.000 stasiun pengisian daya Flash Charging di luar China dalam kurun waktu 12 bulan ke depan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.000 unit stasiun akan didirikan di Eropa, menunjukkan fokus utama perusahaan pada benua biru untuk ekspansi infrastruktur pengisian daya ini. Saat ini, China sendiri telah memiliki sekitar 5.000 stasiun Flash Charging dan menargetkan peningkatan menjadi 20.000 unit pada akhir tahun 2026.
Meskipun jumlah stasiun BYD di China masih tertinggal dibandingkan dengan lebih dari 80.000 stasiun Supercharger yang dimiliki Tesla secara global, ekspansi internasional yang agresif ini diharapkan dapat mempersempit jarak tersebut.
Keunggulan lain dari stasiun pengisian daya BYD di luar China adalah penggunaan standar konektor CCS2. Standar ini memungkinkan mobil listrik dari merek lain selain BYD untuk turut mengisi daya, membuka peluang kolaborasi dan ekosistem yang lebih luas.
BYD juga berencana untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dan memanfaatkan lokasi yang sudah ada untuk mendirikan stasiun-stasiun ini, sehingga pengguna tidak perlu mencari lokasi baru yang terpisah.
Untuk mencegah beban berlebih pada jaringan listrik, setiap stasiun pengisian daya dilengkapi dengan Baterai Penyimpanan Energi (BESS). BESS berfungsi untuk menyimpan listrik terlebih dahulu sebelum digunakan saat ada mobil yang mengisi daya.