Naomi Osaka Dikabarkan Pensiun Usai Kalah di Miami Open 2026
Naomi Osaka memicu spekulasi tentang kemungkinan pensiun dari dunia tenis profesional setelah mengalami kekalahan mengejutkan di babak kedua Miami Open 2026. Petenis berusia 28 tahun itu menyatakan bahwa ia lebih memprioritaskan perannya sebagai ibu bagi putrinya, Shai, daripada terus berkompetisi jika hasil yang diraihnya tidak memuaskan.
Pernyataan tersebut dilontarkan Osaka dalam konferensi pers pasca-pertandingan pada Sabtu, 21 Maret 2026, setelah ia kalah dari unggulan kualifikasi asal Australia, Talia Gibson, dengan skor 5-7, 4-6. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Osaka, yang berstatus unggulan ke-16 dan mendapatkan bye di babak pertama.
Dilema Menjadi Ibu dan Atlet Profesional
Osaka mengakui adanya dilema antara tuntutan karier tenis profesional dan keinginannya untuk menjadi ibu yang utuh bagi putrinya, Shai, yang lahir pada Juli 2023.
“Saya merasa ini adalah dilema bagi saya,” ujar Osaka, seperti dilansir dari Tennis Channel.
“Tentu saja, saya ingin bermain, tetapi seperti yang saya katakan tahun lalu… bagi saya, putri saya sangat penting, dan saya ingin menjadi seorang ibu. Saya ingin menjadi ibu terbaik yang saya bisa, tetapi terkadang saya merasa tahu apa yang harus saya lakukan untuk menjadi pemain yang sangat baik, dan itu sangat sulit.” lanjutnya.
Lebih lanjut, Osaka menegaskan bahwa ia tidak akan terus bertahan di tur profesional jika terus mengalami kekalahan di babak awal.
“Saya tidak akan bertahan di tur jika saya kalah di babak pertama. Saya lebih memilih untuk menjadi ibu yang hebat dan berada di sana untuk putri saya,” tegasnya.
Keputusan ini mencerminkan perubahan prioritasnya sejak menjadi seorang ibu, di mana waktu bersama keluarga kini menjadi pertimbangan utama dalam setiap langkah kariernya.
Rencana Musim Lapangan Tanah Liat yang Terbatas
Meskipun menghadapi keraguan tentang masa depannya, Osaka masih memiliki rencana untuk mengikuti beberapa turnamen di musim lapangan tanah liat. Ia berharap dapat memulai musim lapangannya pada akhir April dan berpartisipasi dalam tiga turnamen, termasuk Madrid Open, Rome Masters, dan French Open. Namun, ia dipastikan tidak akan tampil di Charleston Open yang menjadi pembuka musim lapangan tanah liat.
“Saya tidak akan bermain di Charleston,” kata Osaka.
“Saya berharap bisa bermain di Madrid, Roma, dan tentu saja French Open.”
Keputusan ini menunjukkan bahwa jadwalnya akan lebih selektif, dengan fokus pada turnamen-turnamen besar yang memungkinkan keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadinya.
Perjalanan Karier Osaka Pasca-Melahirkan
Sejak kembali ke tur WTA pada tahun 2024, sekitar 15 bulan setelah kelahiran putrinya, Osaka telah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Ia berhasil mencapai semifinal US Open pada tahun 2025. Namun, musim 2026 belum berjalan mulus. Ia terpaksa mundur dari Australian Open karena cedera perut dan baru-baru ini kalah dari Aryna Sabalenka di babak keempat Indian Wells Open.
Sebelumnya, Osaka pernah mengungkapkan kepada PEOPLE secara eksklusif menjelang US Open 2025 bahwa ia sempat mempertimbangkan pensiun lebih dini. Ia mengaku tidak yakin akan kembali ke tenis kompetitif setelah melahirkan anak pertamanya.
“Saya termasuk orang yang berpikir ketika saya punya anak, saya akan berhenti bermain tenis,” ujar Osaka saat itu.
Namun, inspirasi dari putrinya dan keinginannya agar Shai melihatnya bermain mendorongnya untuk kembali berkompetisi.
Perubahan Perspektif Pasca-Menjadi Ibu
Menjadi seorang ibu telah mengubah perspektif Osaka secara signifikan terhadap tenis dan emosinya dalam bermain.
“Saat saya masih muda, saya menekan diri saya sendiri, dan sekarang saya melihatnya sebagai kegembiraan dan hak istimewa untuk bermain,” katanya.
Kehadiran putrinya, Shai, disebutnya sebagai sumber kebahagiaan yang mencerahkan hari-harinya dan memberikan pengaruh positif dalam hidupnya.
Osaka juga mengakui bahwa kepribadian perfeksionisnya dalam tenis terkadang menjadi tantangan. Namun, ia kini belajar untuk melepaskan diri dan menjalani setiap hari sebagai petualangan baru. Pengalaman menjadi ibu telah mengajarkannya untuk menghargai diri sendiri di luar pencapaian dalam karier tenisnya.