Sepakbola

Vinicius Junior dan Jude Bellingham Berselisih Saat Real Madrid Dipermalukan Bayern

Iklan

Real Madrid secara resmi tersingkir dari kompetisi Liga Champions setelah menelan kekalahan tipis 3-4 dari Bayern Munich pada laga leg kedua, yang mengakibatkan skor agregat menjadi 4-6. Pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi ini menyisakan cerita ketegangan internal saat skuat asuhan Carlo Ancelotti berada di bawah tekanan besar untuk mengejar ketertinggalan.

Insiden perselisihan pecah di menit-menit krusial ketika Los Blancos sebenarnya masih memiliki peluang untuk memaksakan babak tambahan jika mampu mencetak satu gol lagi. Namun, alih-alih menunjukkan kerja sama tim yang solid, frustrasi justru memuncak di lapangan yang melibatkan dua pemain kunci mereka, Vinicius Junior dan Jude Bellingham.

Momen tersebut bermula dari kesalahan pertahanan pemain Bayern Munich, Dayot Upamecano, yang memberikan ruang terbuka bagi Vinicius Junior untuk melakukan serangan balik cepat ke area pertahanan lawan. Vinicius memacu bola ke depan sementara Jude Bellingham melakukan pergerakan tanpa bola ke area tengah kotak penalti dengan posisi yang sangat menguntungkan untuk menerima umpan.

Perselisihan Vinicius Junior dan Jude Bellingham

Alih-alih memberikan umpan silang kepada Bellingham, Vinicius Junior justru terus membawa bola ke sisi lebar lapangan dan menunda pemberian operan hingga momentum emas tersebut hilang sepenuhnya. Keputusan ini memicu kemarahan spontan dari Bellingham yang menunjukkan gestur tubuh penuh kekecewaan karena merasa tidak dilibatkan dalam peluang bersih tersebut.

Menanggapi protes keras dari rekan setimnya, Vinicius Junior bereaksi dengan nada tinggi di tengah panasnya atmosfer pertandingan di markas lawan. Pemain asal Brasil tersebut tertangkap kamera memberikan balasan verbal yang cukup keras kepada Bellingham untuk menghentikan keluhannya.

Iklan

“Apa yang kamu inginkan? Apa yang kamu inginkan? Tutup mulutmu, demi Tuhan,” ujar Vinicius Junior kepada Jude Bellingham sebagaimana dilaporkan oleh Madrid Universal.

Kartu Merah Camavinga dan Akhir Perlawanan Madrid

Situasi bagi Real Madrid semakin memburuk tak lama setelah insiden adu mulut antar pemain bintang tersebut terjadi di lapangan hijau. Harapan untuk bangkit benar-benar pupus ketika gelandang Eduardo Camavinga harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat menerima kartu kuning kedua dari wasit.

Camavinga mendapatkan kartu merah tersebut dalam situasi yang dianggap aneh setelah ia dinilai mencoba menunda dimulainya kembali permainan (restart) oleh tim Bayern Munich. Kehilangan satu pemain di waktu yang sangat kritis secara efektif membunuh sisa-sisa harapan Madrid untuk mengejar ketertinggalan skor.

Bayern Munich akhirnya berhasil mengambil kendali penuh atas jalannya sisa pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit. Kekalahan ini memastikan langkah Los Blancos terhenti di Liga Champions, sekaligus mengungkap adanya keretakan komunikasi yang nyata di dalam tim saat menghadapi situasi penuh tekanan.

Iklan

Jangan ketinggalan informasi dan berita terbaru dari Detak.Media. Follow kami di Google News!

Penulis: Yusril Fahmi