Usai Kalahkan Persipal, Berikut Skenario PSIS Semarang untuk Lolos dari Degradasi Liga 2

PSIS Semarang berhasil meraih kemenangan penting 2-0 atas Persipal Palu dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2025-2026, yang merupakan kasta kedua sepak bola Indonesia. Pertandingan yang digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Sabtu (3/1/2026) malam WIB, menorehkan tiga poin penuh bagi Laskar Mahesa Jenar.

Namun, hasil positif tersebut belum cukup untuk mengangkat PSIS Semarang dari jerat zona degradasi Liga 2. Tim kebanggaan Kota Semarang ini masih tertahan di papan bawah klasemen sementara Grup B, berada di bawah Persiku Kudus dan Persiba Balikpapan, sehingga ancaman untuk turun kasta ke Liga 3 masih membayangi.

Perjalanan di Kasta Kedua dan Tantangan Degradasi

Musim 2025-2026 menjadi era baru bagi PSIS Semarang di Liga 2, setelah mereka dipastikan terdegradasi dari Liga 1 pada Mei 2025. Kepastian turun kasta tersebut terjadi setelah PSIS mengakhiri Liga 1 musim 2024-2025 di posisi juru kunci dengan hanya mengumpulkan 25 poin dari 32 pertandingan. Permasalahan internal, termasuk kabar penunggakan gaji pemain, diduga turut memengaruhi performa tim yang ironisnya finis di urutan keenam pada musim sebelumnya.

Transisi ke Liga 2 tidak berjalan mulus. PSIS Semarang sempat memecat pelatih kepala Kahudi Wahyu pada Oktober 2025 karena hasil buruk di awal kompetisi. Setelah sempat ditangani caretaker Ega Raka Galih, ia kemudian diangkat menjadi pelatih kepala definitif pada November 2025. Namun, Ega Raka juga diberhentikan pada pertengahan November 2025 setelah tim menelan kekalahan telak 0-4 dari Persipura Jayapura. Manajemen baru PSIS Semarang, di bawah kepemimpinan CEO Datu Nova Fatmawati, kini berupaya melakukan perombakan besar-besaran, terutama di materi pemain, dengan target utama menyelamatkan tim dari ancaman degradasi ke Liga 3.

Skenario Lolos dari Jerat Degradasi Liga 2

Kompetisi Pegadaian Championship 2025-2026 diikuti oleh 20 tim yang dibagi ke dalam dua wilayah, Barat dan Timur. Aturan degradasi Liga 2 musim ini cukup ketat: tim peringkat ke-10 di setiap grup akan langsung turun kasta ke Liga Nusantara (Liga 3), sementara tim peringkat ke-9 akan menjalani babak play-off degradasi.

Kemenangan 2-0 atas Persipal Palu, dengan gol yang dicetak oleh Sulistia K. pada menit ke-29 dan Hamzah A. di menit ke-90, menjadi suntikan moral penting bagi PSIS. Namun, dengan posisi mereka yang masih berada di zona merah, Laskar Mahesa Jenar memerlukan konsistensi kemenangan di sisa pertandingan untuk dapat keluar dari ancaman degradasi. Mereka harus mampu mengumpulkan poin maksimal dan berharap tim-tim di atas mereka terpeleset. Perombakan pemain yang dijanjikan oleh CEO Datu Nova Fatmawati pada bursa transfer Januari 2026 diharapkan dapat memberikan dampak signifikan untuk mengangkat performa tim.

Meskipun tantangan berat membentang di depan, semangat juang untuk bertahan di kasta kedua tetap tinggi. Dukungan penuh dari suporter dan strategi matang dari jajaran pelatih serta manajemen akan menjadi kunci bagi PSIS Semarang untuk mengamankan posisi mereka di Liga 2 dan menghindari degradasi lebih lanjut. Perjuangan keras di setiap laga sisa akan menentukan nasib Mahesa Jenar di musim 2025-2026.