Detak.Media — Klub pendatang baru, Adhyaksa FC, mencatat sejarah penting dalam peta sepak bola nasional. Tim berjuluk Sang Jaksa memastikan promosi ke kasta tertinggi kompetisi Liga Super Indonesia musim 2026/2027 setelah melewati perjalanan panjang dari level amatir hingga profesional. Dalam kurun enam tahun sejak berdiri, klub ini bertransformasi dari akademi sepak bola menjadi kekuatan baru di liga elite Indonesia.
Keberhasilan ini bukan sekadar capaian teknis di lapangan, tetapi juga cerminan konsistensi manajemen dan pembinaan jangka panjang yang dimulai dari akar rumput.
Latar Belakang Klub: Berawal dari Akademi
Adhyaksa FC resmi berdiri pada 20 Januari 2020 di Banten. Klub ini berawal dari Farmel FC, yang kemudian bertransformasi menjadi Adhyaksa Farmel sebelum akhirnya menetapkan identitas sebagai Adhyaksa FC.
Fondasi klub berasal dari Farmel Isvil Football Academy, akademi yang didirikan oleh Presiden Klub Eko Setyawan. Dari akademi inilah kerangka pembinaan pemain muda dibangun secara sistematis.
Adhyaksa FC bermarkas di Stadion Internasional Banten dan memiliki kedekatan historis dengan lingkungan Kejaksaan Agung RI, yang kemudian melahirkan julukan Sang Jaksa.
Visi klub sejak awal bukan sekadar mengejar promosi, melainkan membangun model klub berbasis pembinaan usia dini yang berkelanjutan.
Start dari Liga 3, Tembus Panggung Nasional
Langkah kompetitif Adhyaksa FC dimulai di Liga 3 Indonesia. Musim perdana mereka pada 2020 harus terhenti akibat pandemi COVID-19 yang membatalkan kompetisi nasional.
Momentum kebangkitan hadir pada musim 2023 saat Adhyaksa FC menjuarai Liga 3 Zona Banten. Prestasi itu berlanjut di level nasional ketika mereka keluar sebagai juara Liga 3 Nasional 2023–2024, sebuah pencapaian yang mengantarkan klub promosi ke Liga 2 Indonesia.
Di Liga 2 musim 2024–2025, Adhyaksa FC menunjukkan stabilitas performa. Mereka mampu menembus fase krusial playoff promosi dan menjadi juara grup, menjaga asa untuk naik kasta.
Laga Penentuan di Papua: Tiket Super League Diamankan
Momen paling menentukan terjadi pada 8 Mei 2026. Dalam laga playoff promosi di Stadion Lukas Enembe, Adhyaksa FC menang tipis 1-0 atas Persipura Jayapura.
Gol tunggal dicetak oleh penyerang asing Adilson Silva, memastikan Adhyaksa FC merebut tiket ke BRI Super League musim 2026/2027.
Kemenangan ini menempatkan Adhyaksa FC sejajar dengan tim promosi lain seperti PSS Sleman dan Garudayaksa FC sebagai wajah baru di liga tertinggi.
Peran Sentral Eko Setyawan di Balik Layar
Perjalanan Adhyaksa FC tidak bisa dilepaskan dari figur Eko Setyawan. Selain sebagai pendiri dan presiden klub, ia juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2023–2027.
Perannya di federasi membuat visi pengembangan sepak bola usia muda yang ia terapkan di klub sejalan dengan agenda pembinaan nasional. Model yang dibangun Adhyaksa FC menjadi contoh konkret bagaimana akademi dapat menjadi tulang punggung klub profesional.
Dalam perjalanannya, saat masih bernama Farmel FC, klub ini sempat menjadi sorotan pada Liga 3 musim 2021–2022 terkait sejumlah keputusan wasit yang memicu polemik dalam laga menghadapi Bandung United dan Persikota Tangerang.
Isu tersebut sempat menjadi perbincangan publik. Namun manajemen klub memilih fokus pada pembenahan internal dan pembuktian melalui performa di lapangan.
Menjelang musim 2023–2024, Eko Setyawan juga memberikan klarifikasi terkait isu kepemilikan multi-klub di Liga 3, menegaskan bahwa fokus pengelolaan hanya berada pada Adhyaksa Farmel.
Kini, sorotan itu terjawab lewat pencapaian nyata: promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Perjalanan Adhyaksa FC menunjukkan pola yang jarang terjadi di sepak bola Indonesia: klub yang lahir dari akademi, naik bertahap dari Liga 3, menjuarai level nasional, bertahan di Liga 2, hingga akhirnya promosi ke liga tertinggi.
Musim 2026/2027 akan menjadi panggung pembuktian berikutnya bagi Sang Jaksa—apakah model pembinaan jangka panjang ini mampu bersaing dengan klub-klub mapan di level elite.
Ikuti Detak.Media
