— Persiba Balikpapan memastikan diri tetap bertahan di Liga 2 Indonesia musim depan usai menjalani laga dramatis menghadapi Persekat Tegal dalam babak play-off degradasi.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Tri Sanja pada Jumat (8/5/2026) sore berlangsung penuh tensi tinggi. Duel ini diwarnai drama VAR, sejumlah peluang emas, hingga dua kartu merah yang diterima kubu Persiba Balikpapan.

Hasil akhir pertandingan memastikan Persiba Balikpapan tetap bertahan di Liga 2 Indonesia musim 2026/2027. Sementara itu, Persekat Tegal harus menerima kenyataan pahit turun kasta ke Liga 3 Indonesia.

Atmosfer pertandingan berlangsung panas sejak menit awal. Kedua tim tampil agresif karena laga ini menjadi penentuan nasib mereka di kompetisi musim depan.

Persekat Tegal Tekan Lebih Dulu

Persekat Tegal langsung tampil menyerang sejak awal pertandingan. Peluang pertama diperoleh Rocky Mandosir pada menit keempat setelah menerima umpan panjang di area pertahanan Persiba.

Namun peluang tersebut gagal dimaksimalkan setelah kontrol bolanya kurang sempurna sehingga mampu diamankan penjaga gawang Persiba Balikpapan, Panca Nur.

Meski terus ditekan, Persiba Balikpapan justru mampu mencuri gol lebih dahulu pada menit ke-18. Gol pembuka dicetak Lorensius Sabda lewat sundulan memanfaatkan umpan lambung dari rekannya.

Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. Persekat Tegal mencoba meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan.

Panca Nur tampil gemilang sepanjang babak pertama. Kiper Persiba Balikpapan itu beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang tuan rumah.

Rocky Mandosir kembali memperoleh kesempatan emas pada menit ke-32. Akan tetapi, penyelesaian akhirnya kembali gagal karena bola terlalu jauh dari penguasaan sehingga dapat diamankan penjaga gawang lawan.

Hingga turun minum, Persiba Balikpapan tetap unggul 1-0 atas Persekat Tegal.

Babak Kedua Berlangsung Penuh Drama

Memasuki babak kedua, Persekat Tegal langsung tampil menekan. Serangan demi serangan dilancarkan demi mencari gol penyama kedudukan.

Persiba Balikpapan sempat memiliki peluang emas melalui Takumu pada menit ke-49. Namun sontekannya masih berhasil diamankan kiper Persekat.

Tensi pertandingan mulai meningkat ketika wasit beberapa kali harus mengecek VAR akibat insiden-insiden penting di lapangan.

Pada menit ke-59, Persiba Balikpapan harus bermain dengan 10 orang setelah Bintang Arrahim menerima kartu merah akibat handball di area berbahaya usai tinjauan VAR.

Unggul jumlah pemain membuat Persekat semakin agresif menyerang. Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69 lewat gol Kevy Syahertian.

Gol tercipta setelah kesalahan antisipasi Panca Nur membuat bola liar berhasil dimanfaatkan Kevy Syahertian untuk mengubah skor menjadi imbang.

Namun keunggulan Persekat tak bertahan lama. Hanya semenit berselang, Persiba Balikpapan kembali unggul melalui gol Dwi Geno setelah memanfaatkan umpan cut back dari sisi kanan serangan.

VAR Kembali Jadi Sorotan

Drama pertandingan belum berhenti. Persekat Tegal terus menekan demi menyamakan skor, sementara Persiba berusaha bertahan meski bermain dengan 10 pemain.

Pada menit ke-87, Iuri Barbosa berhasil mencetak gol penyama kedudukan memanfaatkan kesalahan Panca Nur yang keluar terlalu jauh dari sarangnya.

Situasi tersebut sempat memicu pemeriksaan VAR cukup lama. Setelah berdiskusi dengan tim VAR, wasit akhirnya mengesahkan gol dan memberikan kartu merah kepada Panca Nur karena pelanggaran yang terjadi sebelum gol tercipta.

Persiba Balikpapan pun harus menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain pada menit-menit akhir laga.

Meski unggul jumlah pemain, Persekat Tegal gagal memanfaatkan situasi untuk mencetak gol kemenangan. Beberapa peluang di sisa waktu pertandingan masih belum mampu dikonversi menjadi gol tambahan.

Persiba Bertahan, Persekat Turun Kasta

Hingga peluit panjang dibunyikan, pertandingan berakhir dengan skor imbang dramatis 2-2. Hasil tersebut cukup untuk memastikan Persiba Balikpapan tetap bertahan di Liga 2 Indonesia musim depan.

Sementara itu, hasil ini menjadi pukulan besar bagi Persekat Tegal yang dipastikan terdegradasi ke Liga 3 Indonesia musim 2026/2027.

Pertandingan ini menjadi salah satu laga paling dramatis di babak play-off degradasi musim ini karena dipenuhi tensi tinggi, drama VAR, serta kartu merah yang mewarnai jalannya pertandingan.