Ruben Amorim Dipecat, Para Pemain Manchester United Kompak Ucapkan Salam Perpisahan

Manchester United secara resmi mengumumkan pemecatan pelatih kepala mereka, Ruben Amorim, pada Senin (5/1/2026). Keputusan ini diambil setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan dan adanya ketegangan terkait bursa transfer Januari.

Ketegangan Bursa Transfer Picu Pemecatan

Pemecatan manajer muda asal Portugal ini mulai terendus menyusul komentarnya terhadap direktur olahraga klub, Jason Wilcox, terkait strategi transfer di bursa Januari. Situasi ini diduga menjadi pemicu utama di balik keputusan drastis manajemen Setan Merah.

Untuk sementara waktu, Darren Fletcher, yang sebelumnya menangani tim U-18, ditunjuk sebagai pengganti Amorim. Fletcher dijadwalkan akan melakoni debutnya membesut tim utama dalam laga tandang melawan Burnley pada Kamis (8/1) dini hari WIB.

Ucapan Perpisahan dari Para Pemain

Menyusul pengumuman pemecatan tersebut, para pemain Manchester United ramai-ramai menyampaikan ucapan perpisahan kepada Ruben Amorim melalui media sosial. Gelandang sekaligus kapten tim, Bruno Fernandes, menjadi salah satu yang pertama memberikan apresiasi.

“Terima kasih, pak! Mengharapkan yang terbaik untuk Anda dan staf teknis Anda,” tulis Fernandes di akun media sosialnya.

Bek tengah Harry Maguire juga menyampaikan rasa terima kasihnya. “Terima kasih atas segalanya, bos. Aku mengharapkan semua yang terbaik untukmu di masa depan,” ujarnya.

Ungkapan senada datang dari Diogo Dalot dan Matthijs de Ligt yang keduanya menyatakan, “Terima kasih atas segalanya. Semoga beruntung di masa depan.”

Bahkan Amad Diallo, yang saat ini tengah berlaga di Piala Afrika 2025, turut memberikan pesan perpisahan. “Semoga beruntung pelatihku. Terima kasih atas semuanya, aku mengharapkan semua yang terbaik untukmu.”

Rekam Jejak Amorim di Manchester United

Ruben Amorim meninggalkan Old Trafford setelah sekitar 14 bulan menukangi klub, sejak direkrut dari Sporting CP. Meskipun sempat berhasil mengantar Manchester United mencapai final Liga Europa musim lalu, rekor kepelatihannya terbilang kurang memuaskan.

Selama memimpin, Amorim hanya mampu memenangi 25 dari total 63 pertandingan yang dijalani, dengan catatan 23 kekalahan. Hasil ini dinilai belum sesuai dengan ekspektasi klub.