Respons Ruben Amorim Usai Dipecat Manchester United, Ungkap Perasaan dan Pesan Perpisahan
Manchester United membuat keputusan mengejutkan dengan melepas Ruben Amorim dari jabatannya sebagai pelatih kepala, Senin (5/1/2026). Keputusan ini diambil hanya sehari setelah tim ‘Setan Merah’ bermain imbang 1-1 melawan Leeds United pada Minggu (4/1/2026).
Manajemen klub mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan pelatih asal Portugal tersebut melalui pernyataan resmi. Keputusan ini diambil meskipun Manchester United masih bertengger di posisi keenam klasemen sementara Liga Inggris.
“Dengan Manchester United berada di posisi keenam di Liga Inggris, manajemen klub dengan berat hati telah mengambil keputusan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan. Ini akan memberi tim kesempatan terbaik untuk finis setinggi mungkin di Liga Inggris,” demikian pernyataan resmi klub yang dikutip dari ESPN.
Klub juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Amorim. “Klub ingin mengucapkan terima kasih kepada Ruben atas kontribusinya kepada klub dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya,” tambah pernyataan tersebut.
Penyebab Pemecatan Ruben Amorim
Menurut laporan Sky Sports, pemecatan Ruben Amorim berakar dari ketegangan yang terjadi pada Jumat (2/1/2026). Saat itu, Amorim dikabarkan terlibat cekcok dengan direktur sepak bola klub, Jason Wilcox. Pertemuan yang membahas pendekatan taktis tim tersebut diwarnai respons Amorim yang dinilai sangat negatif dan emosional oleh petinggi Manchester United.
Amorim dinilai enggan beradaptasi dan bersikeras mempertahankan sistem 3-4-3 yang menjadi favoritnya. Selain itu, dalam konferensi pers di Carrington pada Jumat (2/1/2026), pelatih berusia 40 tahun itu juga menyuarakan kekecewaan atas minimnya dukungan terkait rencana transfer pemain di bursa musim dingin.
Kondisi ini membuat manajemen Manchester United menyimpulkan bahwa posisi Amorim tidak dapat dipertahankan lagi hingga akhir musim.
Tanggapan Ruben Amorim
Menanggapi pemecatannya, Ruben Amorim menyatakan tidak terkejut. Ia merasa tidak mendapatkan dukungan yang memadai dari jajaran manajemen klub selama masa baktinya di Old Trafford.
“Saya merasa tidak mendapatkan dukungan dari jajaran manajemen klub dan merasa frustrasi selama melatih Setan Merah. Oleh karena itu, Amorim tidak terkejut dengan apa yang telah terjadi dan sudah menduga hal itu akan terjadi,” ungkapnya.
Meskipun demikian, Amorim tetap optimistis terhadap peluang Manchester United untuk finis di zona Liga Champions pada akhir musim. Ia menegaskan bahwa selalu memberikan pendapat jujur mengenai kebutuhan tim.
“Saya merasa United membutuhkan satu atau dua pemain berpengalaman di bursa transfer Januari ini, khususnya seorang striker berpengalaman di Liga Inggris,” ujarnya.
Selama menukangi Manchester United, Ruben Amorim memimpin tim dalam 63 pertandingan, dengan catatan 24 kemenangan, termasuk 15 kemenangan di ajang Liga Inggris. Saat dicopot, United tertahan di peringkat keenam klasemen dengan 8 kemenangan dari 20 pertandingan musim ini.
Posisi Amorim kemungkinan akan diisi sementara oleh pelatih tim U-18, Darren Fletcher, yang diperkirakan akan mendampingi tim utama saat bertandang ke markas Burnley pada Kamis mendatang.