— Persebaya Surabaya memasuki fase krusial jelang berakhirnya kompetisi Liga Super Indonesia 2025/2026. Bajol Ijo masih memiliki peluang besar untuk menutup musim di papan atas klasemen, namun mereka harus melewati dua pertandingan penting yang akan menentukan posisi akhir tim.

Skuad asuhan Bernardo Tavares dijadwalkan bertandang ke markas Semen Padang pada Jumat, 15 Mei 2026 pukul 15.30 WIB. Setelah itu, Persebaya akan menutup musim dengan menghadapi Persik Kediri di kandang sendiri pada 23 Mei 2026.

Dua pertandingan tersebut sangat penting bagi Persebaya yang kini sedang bersaing untuk mengamankan posisi lima besar, bahkan masih berpeluang finis di empat besar klasemen akhir.

Laga Kontra Semen Padang Jadi Ujian Konsistensi

Pertandingan melawan Semen Padang diprediksi tidak akan berjalan mudah meskipun lawan berada di papan bawah klasemen. Bermain di kandang sendiri membuat Semen Padang dipastikan tampil lepas tanpa tekanan besar.

Meski demikian, Persebaya tetap lebih diunggulkan berkat kualitas skuad yang lebih merata. Kecepatan serangan serta permainan agresif dari Francisco Rivera dan Bruno Moreira menjadi salah satu kekuatan utama Bajol Ijo musim ini.

Bernardo Tavares meminta para pemain tetap fokus penuh karena pertandingan akhir musim selalu menghadirkan tekanan berbeda.

Menurutnya, setiap tim masih memiliki target masing-masing sehingga laga dipastikan berlangsung ketat hingga menit akhir.

Persebaya sendiri datang dengan motivasi tinggi setelah sebelumnya gagal melanjutkan tren kemenangan usai ditahan imbang Persis Solo. Hasil tersebut menghentikan catatan tiga kemenangan beruntun Bajol Ijo.

Sebelumnya, Persebaya tampil impresif dengan kemenangan telak atas PSBS Biak, Arema FC, dan Malut United.

Cedera Pemain Jadi Tantangan Besar

Meski performa tim cukup stabil, Persebaya kini menghadapi masalah baru menjelang dua laga terakhir musim ini. Beberapa pemain penting mengalami cedera yang berpotensi memengaruhi kekuatan tim.

Saat menghadapi Persis Solo, Malik Risaldi harus ditarik keluar pada jeda babak pertama akibat mengalami gangguan fisik. Situasi semakin sulit setelah Koko Ari juga mengalami cedera pada awal babak kedua.

Absennya dua pemain tersebut tentu menjadi perhatian serius bagi Bernardo Tavares dalam menyusun strategi terbaik untuk sisa pertandingan musim ini.

Meski demikian, pelatih asal Portugal itu tetap optimistis timnya mampu tampil kompetitif. Ia menilai Persebaya sebenarnya bermain cukup dominan saat menghadapi Persis Solo dan mampu menciptakan banyak peluang.

Namun, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki jika ingin meraih hasil maksimal di dua laga tersisa.

Persebaya Ingin Tutup Musim dengan Kemenangan

Laga terakhir melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo dipastikan akan menjadi momen penting bagi Persebaya dan para suporternya.

Bernardo Tavares berharap dukungan penuh Bonek dapat memberikan motivasi tambahan bagi para pemain untuk menutup musim dengan kemenangan di kandang sendiri.

Pemain muda Persebaya, Moch. Ichsas Baihaqi, juga menegaskan bahwa timnya masih memiliki ambisi besar untuk finis setinggi mungkin di klasemen akhir.

Dengan dua pertandingan tersisa, peluang Persebaya untuk masuk empat besar masih terbuka lebar jika mampu menyapu bersih kemenangan.

Semangat juang tim, dukungan penuh suporter, serta motivasi untuk menutup musim dengan hasil positif menjadi modal penting bagi Bajol Ijo dalam menghadapi penentuan akhir kompetisi Liga Super Indonesia 2025/2026.