Posisi Enzo Maresca di Ujung Tanduk, Chelsea Siap Ambil Keputusan Jika Performa Tak Membaik di Januari 2026

Masa depan Enzo Maresca sebagai pelatih kepala Chelsea berada di ambang ketidakpastian seiring dimulainya Januari 2026. Serangkaian hasil mengecewakan sepanjang Desember 2025 telah menempatkan pelatih asal Italia itu di bawah tekanan masif dari manajemen klub dan para penggemar. Januari kini menjadi bulan krusial yang akan menentukan apakah Maresca dapat mempertahankan posisinya di Stamford Bridge atau harus angkat kaki.

Klub London Barat itu hanya mampu meraih satu kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir Liga Inggris, sebuah catatan yang jauh dari harapan setelah investasi besar-besaran. Situasi ini diperparah dengan pernyataan Maresca yang mengisyaratkan kurangnya dukungan internal, memicu diskusi serius di jajaran petinggi klub mengenai arah dan stabilitas tim.

Desember Penuh Gejolak dan Penurunan Performa

Desember 2025 menjadi periode yang penuh gejolak bagi Chelsea di bawah Maresca. Tim yang sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dan bahkan sempat disebut-sebut dalam persaingan gelar, kini terpuruk ke posisi kelima klasemen Liga Inggris, terpaut 15 poin dari pemuncak klasemen Arsenal.

Rentetan hasil buruk dimulai dengan kekalahan 1-3 dari Leeds United pada 3 Desember, diikuti hasil imbang melawan Bournemouth (6 Desember) dan Newcastle United (20 Desember). Puncak kekecewaan terjadi saat Chelsea takluk 1-2 dari Aston Villa pada 27 Desember, dan kemudian hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Bournemouth di kandang pada 30 Desember. Kekalahan di Liga Champions dari Atalanta juga menambah daftar panjang performa yang merosot.

Dari tujuh pertandingan Liga Inggris terakhir, Chelsea hanya mengemas tujuh poin. Yang lebih mengkhawatirkan, tim ini telah kehilangan 13 poin dari posisi unggul sepanjang musim ini, dengan enam di antaranya terjadi di Stamford Bridge. Statistik ini menyoroti kerapuhan mental dan taktis yang gagal diatasi Maresca.

Hubungan Internal yang Merenggang

Tekanan terhadap Maresca tidak hanya datang dari hasil di lapangan, tetapi juga dari ketegangan internal. Pelatih berusia 45 tahun itu sempat melontarkan komentar kontroversial setelah kemenangan atas Everton pada bulan Desember, menyebut 48 jam sebelumnya sebagai “yang terburuk” sejak ia bergabung dengan klub karena merasa “banyak orang” tidak mendukungnya.

Pernyataan ini, yang tidak pernah dijelaskan secara rinci oleh Maresca, menimbulkan kebingungan dan ketidaknyamanan di jajaran manajemen Chelsea, terutama di antara pemilik bersama Todd Boehly dan Behdad Eghbali. Sumber internal mengindikasikan bahwa komentar tersebut telah memperburuk hubungan antara pelatih dan petinggi klub, yang kini menginginkan kemajuan lebih cepat dan tanda-tanda stabilitas jangka panjang.

Selain itu, Maresca juga mendapat sorotan atas keputusan rotasi pemain yang dinilai terlalu sering di beberapa pertandingan krusial, serta insiden pencadangan Cole Palmer saat melawan Bournemouth yang memicu cemoohan dari para penggemar. Willy Caballero, asisten Maresca, bahkan harus menggantikan sang pelatih dalam konferensi pers pasca-pertandingan Bournemouth karena Maresca dikabarkan sakit, menambah spekulasi tentang situasi di balik layar.

Kontrak dan Ekspektasi Manajemen

Enzo Maresca ditunjuk sebagai pelatih kepala Chelsea pada Juli 2024 dengan kontrak berdurasi lima tahun, dengan opsi perpanjangan satu tahun hingga 2030. Chelsea membayar kompensasi sekitar £8,5 juta hingga £10 juta kepada Leicester City untuk memboyongnya.

Penunjukan Maresca merupakan bagian dari visi jangka panjang pemilik klub untuk membangun tim dengan filosofi sepak bola berbasis penguasaan bola. Musim lalu, Maresca berhasil membawa Chelsea kembali ke Liga Champions dan memenangkan Liga Konferensi Eropa serta Piala Dunia Antarklub FIFA, yang sempat meredakan keraguan. Namun, inkonsistensi musim ini, terutama di Liga Inggris, telah memunculkan kembali pertanyaan tentang kemampuannya memenuhi ekspektasi.

Meskipun ada laporan sebelumnya pada awal Desember yang menyebutkan Maresca mendapat dukungan penuh dari dewan dan evaluasinya baru akan dilakukan pada musim panas 2026, situasi terkini menunjukkan perubahan drastis. Diskusi internal kini berpusat pada kendali atas keputusan sepak bola, jalur komunikasi dengan direktur olahraga, dan kecepatan implementasi visi jangka panjang klub.

Tantangan Berat di Januari 2026

Bulan Januari 2026 akan menjadi periode yang sangat menantang bagi Chelsea dan Maresca. Jadwal padat menanti, meliputi lima pertandingan Liga Inggris, satu pertandingan Piala FA, dua leg semifinal Piala Carabao melawan Arsenal, dan pertandingan grup Liga Champions.

Di bursa transfer Januari, Chelsea diperkirakan akan relatif tenang untuk pembelian pemain baru, dengan fokus pada penjualan beberapa pemain yang tidak diinginkan. Prioritas utama adalah mencari bek tengah berkualitas, menyusul cedera ACL yang dialami Levi Colwill, dan mungkin seorang penjaga gawang. Beberapa nama di lini tengah seperti Nico Paz dari Como telah dikaitkan sebagai opsi jangka pendek, sementara Adam Wharton dari Crystal Palace menjadi target jangka panjang.

Meskipun demikian, Maresca dihadapkan pada tugas berat untuk membalikkan keadaan dengan skuad yang ada, sambil menghadapi potensi gejolak di balik layar. Keputusan final mengenai masa depannya mungkin belum diambil, namun tekanan untuk segera menunjukkan perbaikan hasil tidak pernah sebesar ini. Januari bukan hanya bulan transfer, tetapi juga bulan penentuan bagi Enzo Maresca di Chelsea.