Persiku Kudus Kalah 2-4 dari Deltras FC, Drama 6 Gol di Kandang Ancaman Degradasi Kian Nyata
Persiku Kudus kembali gagal memanfaatkan status tuan rumah setelah menelan kekalahan 2-4 dari Deltras FC Sidoarjo dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Wergu Wetan pada Minggu (28/12/2025) ini berlangsung penuh drama dengan terciptanya enam gol, sekaligus mempertegas posisi sulit Persiku di papan bawah klasemen.
Kekalahan ini merupakan pukulan telak bagi skuad berjuluk Macan Muria, yang sejatinya membutuhkan poin penuh untuk memperbaiki posisi mereka. Hasil ini juga mengulang kekalahan Persiku dari Deltras pada pertemuan pertama, menunjukkan dominasi tim tamu musim ini.
Deltras Tampil Menekan Sejak Awal
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Deltras FC langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan cepat tim tamu nyaris berbuah gol pada menit awal setelah kesalahan antisipasi lini belakang Persiku. Namun, sepakan Ryan Lopes masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Keunggulan tim tamu akhirnya tercipta pada menit ke-7. Umpan silang akurat Ryan Lopes dari sisi kiri berhasil disambut tandukan Neville Tengeg yang tak mampu diantisipasi kiper Persiku, Nuri Agus. Gol tersebut membawa Deltras unggul 0-1 dan semakin memegang kendali permainan.
Persiku Bangkit Lewat Igor Henrique
Tertinggal satu gol, Persiku Kudus berusaha bangkit dengan mengandalkan permainan langsung dan umpan-umpan panjang ke arah Igor Henrique. Strategi ini membuahkan hasil pada menit ke-26 ketika Dheo Budi dilanggar Sulthon Fajar di kotak terlarang. Setelah meninjau tayangan VAR, wasit menunjuk titik putih.
Igor Henrique yang dipercaya menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol ini mengangkat moral para pemain Persiku yang mulai berani keluar menyerang.
Tekanan tuan rumah berlanjut hingga berhasil membalikkan keadaan pada menit ke-39. Berawal dari umpan jauh Sandi Sute dari lini tengah, Igor Henrique kembali menjadi pembeda dengan sundulan terarah ke pojok gawang Deltras. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Persiku.
Dua gol tersebut semakin menegaskan peran vital Igor Henrique sebagai tumpuan lini depan Persiku. Tambahan gol tersebut membuat koleksi golnya mencapai 12 gol di Pegadaian Championship musim ini, menjadikannya salah satu penyerang tersubur di kompetisi.
Babak Kedua Berjalan Sengit
Deltras FC merespons cepat selepas jeda. Gol Taufan Hidayat pada menit ke-48 sempat membuat publik Stadion Wergu Wetan terdiam, namun wasit menganulir gol tersebut karena dianggap offside.
Persiku tidak tinggal diam dan beberapa kali mengancam gawang Deltras. Sundulan Dheo Budi hasil umpan Alberto Nino masih melebar, sementara peluang melalui tendangan akrobatik Khoirul Anam pada menit ke-56 berhasil diamankan kiper Deltras.
Ketika Persiku tampak menguasai pertandingan, Deltras justru mampu mencuri gol penyeimbang pada menit ke-75. Muhammad Irman, yang masuk sebagai pemain pengganti, memanfaatkan umpan terobosan Ryan Lopes. Meskipun tembakan pertamanya ditepis Nuri Agus, Irman sukses menyambar bola muntah untuk mengubah skor menjadi 2-2.
Petaka Menit Akhir bagi Persiku
Petaka bagi Persiku datang menjelang akhir laga. Pada menit ke-88, penetrasi Kakareda berujung pelanggaran oleh Alberto Nino di dalam kotak penalti. Muhammad Idris yang maju sebagai eksekutor penalti dengan tenang menaklukkan Nuri Agus, membawa Deltras berbalik unggul 2-3.
Deltras FC memastikan kemenangan dramatis pada masa injury time menit 90+9. Serangan balik cepat yang dibangun dengan rapi diselesaikan dengan baik oleh Taufan Hidayat untuk mengunci skor akhir 2-4.
Persiku Kian Tertekan, Deltras Merangsek ke Lima Besar
Kekalahan ini membuat Persiku Kudus semakin terancam masuk zona degradasi Pegadaian Championship. Hasil tersebut juga mengulang kekalahan Persiku atas Deltras pada pertemuan pertama di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, menandakan dominasi Deltras atas Macan Muria musim ini.
Sementara itu, tambahan tiga poin krusial membawa Deltras FC merangsek ke posisi lima besar klasemen sementara dan menjaga peluang bersaing di papan atas. Sebaliknya, Persiku wajib segera berbenah jika tidak ingin terus terjebak dalam tekanan persaingan zona merah di paruh kedua musim.