Pemecatan Enzo Maresca Picu Gelombang Kritik, Chelsea Disorot soal Kekacauan Manajemen

Keputusan mengejutkan kembali diambil manajemen Chelsea dengan memecat Enzo Maresca, meski musim kompetisi belum sepenuhnya berakhir. Pemecatan ini sontak menimbulkan pertanyaan di kalangan pengamat sepak bola, mengingat The Blues masih bertengger di papan atas Liga Inggris dan berkompetisi di ajang penting lainnya.

Manajemen klub beralasan langkah drastis ini diambil demi menjaga ambisi bersaing di level tertinggi. Namun, alasan tersebut dinilai tidak sejalan dengan kondisi tim yang relatif stabil. Keputusan ini segera menuai reaksi keras dari publik, tak terkecuali para pendukung Chelsea sendiri, yang kembali melontarkan julukan klub dengan manajemen terburuk.

Gelombang Kritik Fans

Pemecatan Enzo Maresca disambut gelombang reaksi tajam dari penggemar, baik pendukung Chelsea maupun rival. Banyak yang menilai klub asal London Barat itu kembali mengulangi kesalahan lama dengan terburu-buru melakukan pergantian pelatih. Posisi Chelsea di klasemen sementara Liga Inggris masih berada di peringkat kelima, serta masih aktif di Liga Champions, Piala FA, dan Carabao Cup.

Situasi ini membuat keputusan manajemen semakin sulit diterima. Media sosial dibanjiri kritik pedas bernada sinis dan frustrasi. Sebagian penggemar menilai proyek jangka panjang kembali dikorbankan demi kebijakan jangka pendek. Komentar keras dilontarkan oleh akun @ClinicalKai yang menyatakan, “Chelsea di bawah Clearlake adalah klub yang dikelola paling buruk dalam sejarah olahraga.”

Akun @The_Sambu menambahkan, “Kita tidak akan pernah keluar dari kesulitan dalam waktu dekat dengan Eghbali sebagai pemimpin Chelsea. Ini akan menjadi polanya. Membangun proyek yang mundur!” Sementara itu, @MajidMheiri berujar, “Bagus.. mari kita cari manajer League One dan meremehkan klub kita, terutama ketika akhirnya sudah stabil. Memecat Maresca setelah dia akhirnya membawa kita kembali meraih trofi dengan tim termuda dalam sejarah Liga Inggris adalah sesuatu yang mungkin akan kita sesali nanti.”

Pat Nevin Tak Terkejut

Di tengah riuh reaksi publik, mantan pemain Chelsea, Pat Nevin, mengungkapkan pandangannya. Ia mengaku tidak terkejut dengan pemecatan Enzo Maresca. Menurut Nevin, dinamika internal Chelsea selama bertahun-tahun memang membuat posisi pelatih selalu berada dalam kondisi rapuh.

Nevin menilai kritik terbuka terhadap dewan direksi kerap berujung pada berakhirnya masa jabatan seorang manajer. Ia mengidentifikasi momen krusial terjadi setelah Maresca melontarkan pernyataan usai laga melawan Everton. Sejak saat itu, nasib pelatih asal Italia tersebut diyakini sudah hampir pasti.

“Tidak terkejut, tidak kaget. Sedikit terkejut, tetapi tidak lebih dari itu. Selama bertahun-tahun, lihat berapa banyak manajer yang mengkritik dewan direksi mereka dan kemudian selamat dari krisis berikutnya. Jumlahnya sangat sedikit,” ujar Nevin kepada BBC.

Ia melanjutkan, “Begitu ia mengatakan apa yang ia katakan setelah pertandingan melawan Everton, saya pikir hari-harinya sudah dihitung. Saya tahu bagaimana reaksi anggota dewan direksi – mereka dapat mentolerir apa pun selama manajer yang menerima kritik.”