— Timnas Argentina resmi mengumumkan daftar skuad sementara untuk menghadapi Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko pada 12 Juni hingga 20 Juli mendatang. Sebagai juara bertahan, pengumuman skuad La Albiceleste langsung menjadi perhatian besar publik sepak bola dunia.

Pelatih Lionel Scaloni memilih total 55 pemain dalam daftar awal yang nantinya akan dipangkas sebelum turnamen dimulai. Nama-nama bintang seperti Lionel Messi, Julian Alvarez, Lautaro Martinez, hingga Enzo Fernandez diperkirakan tetap menjadi tulang punggung tim dalam upaya mempertahankan trofi yang diraih di Qatar pada 2022 lalu.

Namun, dari seluruh nama yang dipanggil, perhatian terbesar justru tertuju pada absennya Paulo Dybala. Penyerang AS Roma tersebut kembali gagal masuk rencana utama Scaloni untuk turnamen internasional besar.

Keputusan tersebut memunculkan berbagai reaksi dari pendukung Argentina maupun penggemar sepak bola internasional. Sebab, Dybala merupakan salah satu pemain senior yang pernah berkontribusi dalam keberhasilan Argentina menjuarai Piala Dunia 2022.

Paulo Dybala Kembali Tersisih dari Timnas Argentina

Absennya Paulo Dybala dalam daftar sementara menjadi sinyal kuat bahwa masa depannya bersama Timnas Argentina semakin tidak pasti. Penyerang berusia 32 tahun itu memang sudah cukup lama tidak mendapatkan kesempatan bermain bersama skuad nasional.

Terakhir kali Dybala membela Argentina terjadi sekitar dua tahun lalu. Sejak saat itu, ia beberapa kali tidak masuk dalam daftar pilihan Lionel Scaloni, termasuk ketika Argentina tampil di Copa America 2024.

Padahal, secara pengalaman internasional, Dybala bukan pemain sembarangan. Ia telah mencatatkan 40 penampilan bersama Timnas Argentina dan ikut menjadi bagian skuad juara dunia di Qatar.

Meski demikian, ketatnya persaingan di lini depan membuat posisinya semakin sulit. Lionel Scaloni tampaknya lebih memilih pemain yang dinilai lebih cocok dengan kebutuhan taktik tim saat ini.

Dalam keterangannya kepada media, Scaloni menjelaskan bahwa keputusan pemilihan pemain tidak hanya didasarkan pada kualitas individu semata. Faktor menit bermain serta kecocokan strategi menjadi pertimbangan utama staf pelatih.

“Selain menit bermain, taktik jadi pertimbangan kami dalam menentukan siapa saja yang masuk daftar,” ujar Scaloni.

Pernyataan tersebut dianggap sebagai penjelasan langsung terkait tidak dipanggilnya Dybala ke skuad sementara.

Persaingan Ketat di Lini Serang Argentina

Lini depan Argentina memang dipenuhi banyak pemain berkualitas yang tampil konsisten di level klub sepanjang musim 2025/2026. Situasi itu membuat persaingan untuk masuk skuad Piala Dunia menjadi sangat ketat.

Lionel Messi masih menjadi sosok sentral meski usianya terus bertambah. Selain itu, Julian Alvarez dan Lautaro Martinez tampil tajam bersama klub masing-masing di Eropa.

Argentina juga memiliki sejumlah pemain muda yang terus berkembang dan mulai mendapat kepercayaan dari Lionel Scaloni. Kombinasi pengalaman dan energi muda menjadi salah satu kekuatan utama La Albiceleste dalam beberapa tahun terakhir.

Keputusan Scaloni memilih hingga 15 penyerang dalam skuad sementara menunjukkan betapa besarnya persaingan di sektor tersebut. Dalam situasi seperti ini, Dybala akhirnya kembali harus menerima kenyataan pahit tersisih dari rencana tim nasional.

Argentina Bidik Gelar Juara Beruntun

Sebagai juara bertahan, Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan tekanan sekaligus ekspektasi tinggi. Publik berharap Lionel Messi dan rekan-rekannya mampu kembali membawa La Albiceleste bersaing hingga akhir turnamen.

Keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2022 telah mengakhiri penantian panjang Argentina selama lebih dari tiga dekade. Kini, tantangan baru menanti Lionel Scaloni untuk menjaga dominasi timnya di level internasional.

Meski daftar pemain final belum diumumkan, skuad sementara yang dirilis menunjukkan bahwa Argentina tetap mempertahankan sebagian besar kerangka tim juara dunia sebelumnya.

Dengan kedalaman skuad yang kuat dan pengalaman tampil di turnamen besar, Argentina tetap dianggap sebagai salah satu kandidat utama juara Piala Dunia 2026. Namun, keputusan mencoret Paulo Dybala menjadi salah satu topik yang dipastikan terus mengundang perdebatan hingga turnamen dimulai.