Ole Romeny Tak Menyangka Bisa Bela Timnas Indonesia, Baru Tahu Neneknya Lahir di Medan

Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, baru-baru ini mengungkapkan keterkejutannya saat pertama kali mengetahui bahwa dirinya memiliki garis keturunan Indonesia. Pemain yang kini membela Oxford United tersebut mengaku sempat tidak percaya bahwa neneknya lahir di Medan, Sumatera Utara, sebuah fakta krusial yang kemudian membuka jalan baginya untuk membela Skuad Garuda.

Pengakuan ini disampaikan Romeny dalam wawancara dengan media Belanda, Algemeen Dagblad, dan kembali menjadi sorotan publik pada akhir Desember 2025. Kisah ini menjadi bagian dari perjalanan unik Romeny yang resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 8 Februari 2025.

Proses naturalisasi, yang didasarkan pada fakta bahwa neneknya, Helene Wilhemina Romenij, lahir di Hindia Belanda pada tahun 1923, memungkinkan dirinya debut bersama Timnas Indonesia pada 20 Maret 2025 dalam laga tandang melawan Australia. Romeny telah mencetak tiga gol dalam enam penampilannya bersama timnas, menjadikannya idola baru bagi publik sepak bola Tanah Air.

Awal Mula Penemuan Keturunan

Ole Romeny mengaku bahwa ia sama sekali tidak menyadari kelayakannya untuk membela Indonesia hingga sebuah artikel berita muncul. “Wartawan itu menerbitkan berita bahwa saya bisa bermain untuk Indonesia,” ujar Romeny, yang kemudian memicu rasa penasaran dan penyelidikan lebih lanjut. Berita tersebut menjadi titik balik yang mengarahkan PSSI untuk menghubunginya.

Setelah dihubungi PSSI, Romeny lantas bertanya kepada ibunya mengenai silsilah keluarga. Sang ibu kemudian menemukan dokumen krusial, yaitu akta kelahiran neneknya. Terungkap bahwa nenek Romeny, Helene Wilhemina Romenij, lahir di Medan, Sumatra Utara, pada 2 April 1923, saat wilayah tersebut masih bernama Hindia Belanda. Meskipun neneknya beretnis Belanda, tempat kelahirannya di Indonesia menjadi dasar kuat bagi Romeny untuk memperoleh kewarganegaraan.

Proses Naturalisasi dan Debut Gemilang

Menyusul konfirmasi silsilah keluarga, proses naturalisasi Ole Romeny berjalan relatif cepat. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa Romeny tinggal menunggu pengambilan sumpah pada Januari 2025. Pada 8 Februari 2025, Romeny secara resmi mengambil sumpah kewarganegaraan Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, Inggris, bersama dengan dua pemain diaspora lainnya, Tim Geypens dan Dion Markx.

Setelah itu, FIFA menyetujui perpindahan asosiasi Romeny dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) ke PSSI pada 20 Februari 2025, yang secara resmi mengikatnya untuk membela Indonesia di kancah internasional. Romeny menerima panggilan pertamanya untuk Timnas Indonesia senior pada 9 Maret 2025, untuk pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Australia dan Bahrain.

Debutnya terjadi pada 20 Maret 2025 melawan Australia, di mana ia juga berhasil mencetak gol pertamanya untuk timnas. Lima hari kemudian, pada 25 Maret 2025, Romeny mencetak gol tunggal dalam kemenangan 1-0 melawan Bahrain dan dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.

Ikatan Emosional dengan Indonesia

Meski awalnya tidak mengetahui akar keturunannya, Romeny kini menunjukkan ikatan emosional yang kuat dengan Indonesia. Ia sering mengenang neneknya yang kerap memasak makanan Indonesia dan menceritakan hal-hal baik tentang negara ini semasa hidupnya.

Romeny bahkan mendedikasikan setiap gol yang dicetaknya untuk Timnas Indonesia kepada sang nenek, sebagai bentuk penghormatan. “Saya bilang ke ibu saya, semua gol yang saya cetak adalah untuk nenek saya, dia alasan saya di sini (membela Timnas Indonesia),” kata penyerang yang kini berusia 25 tahun itu.

Romeny juga mengungkapkan rasa sakit hatinya atas kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026, sebuah kekecewaan yang masih dirasakannya hingga akhir Desember 2025. Menurutnya, Timnas Indonesia memiliki pemain, semangat, dan dukungan suporter yang luar biasa, namun membutuhkan arah dan kepemimpinan yang tepat untuk bersaing di level tertinggi.

Dukungan PSSI dan Pemulihan Cedera

PSSI telah menunjukkan komitmen penuh terhadap Ole Romeny, bahkan saat ia menghadapi cedera. Pada Juli 2025, Romeny menjalani operasi kaki kanan di Belanda yang membuatnya absen dari FIFA Matchday September 2025. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa Romeny membutuhkan waktu pemulihan yang cukup panjang.

Untuk memastikan pemulihan optimal, PSSI mengirimkan pelatih fisik timnas, Quentin Jakoba, dan seorang dokter khusus untuk mendampingi serta memantau kondisi Romeny. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menjelaskan bahwa segala upaya dilakukan agar Romeny dapat pulih tepat waktu dan kembali memperkuat Timnas Indonesia. Romeny sendiri telah kembali bermain pada Oktober 2025 setelah masa pemulihan.