Newcastle United Pertimbangkan Jual Sandro Tonali, Manchester United Pantau Situasi Transfer
Newcastle United memberi sinyal kuat kesiapan mereka untuk melepas sejumlah bintang andalan pada musim panas mendatang. Gelandang asal Italia, Sandro Tonali, menjadi salah satu nama yang paling disorot, menyusul minat dari Manchester United dan beberapa raksasa Eropa lainnya.
Perubahan strategis ini diungkapkan secara terbuka oleh CEO Newcastle, David Hopkinson, yang menyatakan bahwa klub akan bertransformasi dari model “buying club” menjadi entitas yang menerapkan bisnis jual-beli pemain.
Transformasi Strategi Bisnis Newcastle
Pernyataan David Hopkinson mengenai perubahan model bisnis klub telah memicu spekulasi besar di bursa transfer. Sandro Tonali, yang ditaksir memiliki nilai sekitar £100 juta atau setara Rp2 triliun, berpotensi menjadi salah satu pemain kunci yang akan dikorbankan demi mewujudkan strategi baru tersebut.
“Ke depan, strategi kami adalah membeli dengan baik dan menjual dengan baik,” ujar Hopkinson seperti dikutip dari bola.net.
Hopkinson mencontohkan penjualan Alexander Isak senilai £130 juta ke klub lain sebagai model bisnis yang akan diadopsi Newcastle United. Model ini menekankan pada maksimalisasi peluang dari setiap pemain yang masih terikat kontrak.
“Jika skenario seperti Isak terulang, pemain mana pun yang masih terikat kontrak akan pergi dengan syarat yang kami tentukan. Kami akan memaksimalkan peluang yang mungkin muncul untuk klub,” tegasnya.
Selain Sandro Tonali, beberapa nama lain seperti Bruno Guimaraes, Anthony Gordon, dan Tino Livramento juga disebut-sebut menarik perhatian klub-klub besar Eropa. Situasi ini diperkirakan akan semakin intens jika Newcastle gagal lolos ke Liga Champions musim depan, skenario yang kini semakin mungkin terjadi.
Minat Klub Raksasa dan Masa Depan Manajer
Manchester United dilaporkan menjadi salah satu klub yang paling agresif dalam perburuan Sandro Tonali. Namun, persaingan untuk mendapatkan gelandang tersebut diperkirakan akan ketat, mengingat Arsenal, Manchester City, dan Chelsea juga menaruh minat serius. Bahkan, Real Madrid dikabarkan telah mengirimkan pemandu bakat untuk mengamati langsung aksi mantan pemain AC Milan itu.
Di tengah ketidakpastian mengenai masa depan para pemain, posisi manajer Eddie Howe juga menjadi sorotan. David Hopkinson enggan memberikan jaminan atas kelangsungan Howe di St. James’ Park.
“Saya tidak punya sikap pasti soal masa depannya,” kata Hopkinson. “Yang bisa saya sampaikan, kekalahan di derby (lawan Sunderland) sangat menyakitkan dan kami menanggapinya serius.”
Howe dan para pemainnya sempat mendapat sorakan kekecewaan dari suporter setelah kalah 2-1 dari Sunderland. Ini merupakan kali pertama sejak pengambilalihan oleh konsorsium Saudi, penggemar mulai secara terbuka mempertanyakan arah dan manajemen klub.
“Kami tidak sedang mencari pengganti saat ini. Kami tidak melakukan pembicaraan seperti itu,” imbuh Hopkinson. “Saat ini fokus kami ada di tujuh pertandingan tersisa.”
Perkembangan Finansial dan Stadion Klub
Laporan keuangan terbaru Newcastle United untuk periode yang berakhir Juni 2025 menunjukkan peningkatan omzet sebesar £15 juta menjadi £335,3 juta. Klub juga berhasil mencatat laba bersih mencapai £34,7 juta pada periode tersebut.
Meskipun masih tertinggal dari klub-klub elite Premier League dalam hal kekuatan finansial, Hopkinson tetap optimis terhadap potensi Newcastle untuk menjadi salah satu klub terbesar di dunia.
“Mereka punya keunggulan start dari kami dan kami harus mengejar. Kami punya peluang pertumbuhan luar biasa di depan mata,” ujarnya.
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa Newcastle telah melakukan restrukturisasi kepemilikan stadion St. James’ Park. Menurut CFO Si Capper, langkah ini akan memberikan fleksibilitas finansial yang diperlukan untuk rencana pengembangan stadion di masa mendatang.