Luis Enrique Akui Timnya Harusnya Cetak Lebih Banyak Gol Saat Hadapi Liverpool di Leg Pertama Perempat Final Liga Champions

Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, mengungkapkan kekecewaannya atas minimnya jumlah gol yang dicetak timnya saat menghadapi Liverpool pada leg pertama perempat final Liga Champions. Meski meraih kemenangan 2-0, Enrique merasa timnya seharusnya bisa memanfaatkan lebih banyak peluang emas yang tercipta.

Dalam pertandingan yang digelar di Parc des Princes, Paris, pada Kamis (9/4/2026) WIB, PSG tampil dominan atas tamunya, Liverpool. Tim tuan rumah tercatat menguasai bola hingga 70 persen dan melepaskan 18 tembakan ke gawang, berbanding tiga tembakan dari Liverpool. Namun, gol kemenangan PSG hanya dicetak oleh Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia. Beberapa peluang emas, terutama di babak kedua, terbuang sia-sia oleh Ousmane Dembele dan Nuno Mendes.

Penyesalan atas Peluang Terbuang

Luis Enrique secara terang-terangan menyatakan penyesalannya atas ketidakmampuan timnya untuk mengonversi peluang menjadi gol yang lebih banyak. “Saya pikir ini disayangkan karena kami pantas mendapatkan sedikit lebih banyak. Kami bisa saja mencetak lebih banyak gol,” ujar Enrique pasca-pertandingan, dilansir dari berbagai sumber. Ia menambahkan, “Kami menciptakan peluang yang jelas, terutama di babak kedua, tetapi itulah sepak bola, itu normal, Anda harus menerimanya.”

Kekecewaan serupa juga diungkapkan oleh gelandang muda PSG, Warren Zaire Emery. Ia mengakui bahwa timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol dalam pertandingan tersebut. “Kami bisa saja mencetak lebih banyak gol, yang mana itu memalukan. Skor 2-0 sudah bagus, tetapi belum ada yang selesai. Kami akan pergi ke sana dengan niat yang sama, berusaha memenangkan pertandingan,” kata Zaire Emery.

Dominasi PSG dan Taktik Liverpool

Dominasi PSG terlihat jelas dalam statistik pertandingan. Selain penguasaan bola yang signifikan, tim asuhan Enrique juga menciptakan peluang besar yang gagal dikonversi menjadi gol. Di sisi lain, Liverpool yang tampil bertahan dengan formasi lima bek, terpaksa lebih banyak berada dalam mode bertahan atau “survival mode”, seperti yang diakui oleh pelatih mereka, Arne Slot.

Arne Slot mengakui bahwa timnya kalah kelas dari PSG pada pertandingan tersebut. “Paris Saint-Germain sejauh ini adalah tim yang lebih baik hari ini dan bisa saja mencetak lebih dari dua gol,” ujar Slot. Ia juga membela keputusannya untuk menggunakan tiga bek tengah, meskipun hal itu membuat timnya kesulitan menguasai bola. “Kami berada dalam mode bertahan untuk sebagian besar pertandingan, dan mungkin juga kami berada dalam mode bertahan pada periode musim ini,” tambahnya.

Menghadapi Leg Kedua di Anfield

Meskipun meraih kemenangan dua gol tanpa balas, PSG menyadari bahwa pertandingan belum berakhir. Luis Enrique menekankan pentingnya fokus untuk leg kedua yang akan digelar di Anfield. “Kami akan mencoba untuk lebih banyak menguasai bola daripada Liverpool, tim yang sangat bagus dengan pemain berkualitas dan pelatih yang sangat baik. Ini akan sulit,” kata Enrique.

PSG memiliki rekor bagus dalam pertandingan dua leg melawan tim Inggris, termasuk mengalahkan Chelsea dengan agregat 8-2 di babak sebelumnya. Namun, mereka juga memiliki pengalaman pahit pada musim lalu ketika tersingkir oleh Liverpool melalui adu penalti di babak 16 besar, meskipun sempat tampil dominan.

Sementara itu, Liverpool, meskipun kalah, masih memiliki harapan untuk membalikkan keadaan di kandang sendiri. Arne Slot berharap dukungan penuh dari para penggemar di Anfield dapat membantu timnya. Pelatih Liverpool itu juga memuji Luis Enrique sebagai pelatih yang hebat. Pertandingan leg kedua antara Liverpool dan PSG dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.