Jadwal Ekstrem Arsenal: Empat Laga Tandang di Empat Ajang Berbeda Jadi Ujian Terbesar The Gunners

Arsenal resmi memasuki periode paling padat dan menantang dalam kalender musim 2025/2026. Kemenangan 4-1 atas Portsmouth di Fratton Park pada putaran ketiga Piala FA, Minggu (11/1/2026) WIB, bukan hanya mengantar The Gunners ke babak selanjutnya, tetapi juga menandai dimulainya rangkaian laga yang berpotensi menentukan arah musim.

Dalam sepuluh hari ke depan, Arsenal akan memainkan empat pertandingan tandang di empat kompetisi berbeda: Piala FA, Carabao Cup, Liga Inggris, dan Liga Champions. Padatnya jadwal ini menjadikan Arsenal sebagai klub pertama yang menghadapi skenario ekstrem semacam itu dalam satu periode singkat.

Awal Meyakinkan di Piala FA

Bertandang ke markas Portsmouth, Arsenal datang dengan status unggulan dan ekspektasi tinggi. Meski bermain di stadion yang sarat sejarah, pasukan Mikel Arteta tampil tanpa ragu. Permainan agresif sejak awal membuat Arsenal mampu mengontrol tempo dan menutup laga dengan kemenangan telak.

Hasil ini memperpanjang tren positif Arsenal yang musim ini tampil konsisten di semua ajang. Sebagai pemuncak klasemen Liga Inggris, Arsenal menunjukkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada satu kompetisi, tetapi serius memburu prestasi di setiap turnamen yang diikuti.

Empat Kompetisi, Tekanan Berlapis

Usai menyelesaikan tugas di Piala FA, Arsenal tak punya banyak waktu untuk merayakan kemenangan. Tantangan berikutnya datang dari Carabao Cup, di mana mereka harus menghadapi Chelsea pada leg pertama semifinal di Stamford Bridge, Rabu (14/1/2026) atau Kamis dini hari WIB.

Laga tersebut berpotensi menguras energi, mengingat rivalitas dan intensitas tinggi yang selalu hadir dalam duel Arsenal kontra Chelsea. Setelah itu, Arsenal kembali dihadapkan pada laga tandang Liga Inggris melawan Nottingham Forest di City Ground pada akhir pekan.

Tekanan belum berhenti. Arsenal kemudian harus terbang ke Italia untuk menghadapi Inter Milan di San Siro dalam lanjutan fase liga Liga Champions. Meski sudah mengamankan tiket ke babak 16 besar, pertandingan ini tetap penting untuk menjaga ritme dan kepercayaan diri tim di level Eropa.

Rotasi Jadi Kunci Kelangsungan Musim

Jadwal yang begitu padat memaksa Mikel Arteta memutar otak. Manajemen rotasi pemain menjadi aspek krusial agar Arsenal tetap kompetitif tanpa mengorbankan kondisi fisik pemain.

Arteta menyadari bahwa risiko cedera meningkat tajam di periode seperti ini. Oleh karena itu, pemain pelapis dan skuad rotasi diprediksi akan mendapat peran lebih besar, terutama di laga-laga tertentu. Kedalaman tim Arsenal musim ini menjadi salah satu keunggulan yang bisa menentukan keberhasilan mereka melewati fase berat ini.

Selain faktor fisik, kesiapan mental juga tak kalah penting. Empat laga tandang berarti Arsenal harus menghadapi tekanan dari suporter lawan secara beruntun, tanpa jeda bermain di kandang sendiri.

Sepuluh Hari Penentu Ambisi Arsenal

Setelah menyelesaikan rangkaian laga tersebut, Arsenal baru akan kembali ke Emirates Stadium untuk menjamu Manchester United pada Minggu (25/1/2026). Dengan demikian, sepuluh hari ke depan bisa disebut sebagai titik krusial musim mereka.

Jika mampu meraih hasil positif, Arsenal berpeluang menjaga asa juara di semua kompetisi sekaligus mencatatkan sejarah baru. Namun, kegagalan mengelola periode ini bisa berdampak domino, baik pada performa liga maupun perjalanan mereka di ajang domestik dan Eropa.

Periode ekstrem ini bukan sekadar ujian fisik, tetapi juga ujian kedewasaan Arsenal sebagai tim penantang gelar. Cara mereka melewati sepuluh hari ke depan akan menjadi cerminan seberapa siap The Gunners mengakhiri puasa trofi dan menegaskan status sebagai kekuatan utama sepak bola Inggris dan Eropa.