— Pelatih Kepala Semen Padang, Imran Nahumarury, menegaskan bahwa kemenangan melawan Persijap Jepara pada pekan ke-28 BRI Super League 2025-2026 adalah harga mati. Pertandingan krusial ini menjadi penentu krusial bagi “Kabau Sirah” untuk keluar dari ancaman degradasi dan menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Saat ini, Semen Padang FC menduduki peringkat ke-17 klasemen sementara dengan 20 poin. Dengan hanya menyisakan tujuh pertandingan, setiap poin menjadi sangat berharga dalam perburuan untuk lolos dari zona merah. Persaingan di papan bawah semakin ketat, di mana tim-tim seperti PSBS Biak, Persis Solo, Persijap Jepara, dan Madura United memiliki selisih poin yang tipis.

Kemenangan Jadi Kunci Bertahan di Liga 1

Imran Nahumarury menyatakan bahwa motivasi timnya tetap tinggi untuk meraih kemenangan. “Tidak ada pilihan. Motivasi kami masih sama, keinginan kami untuk menang juga masih tinggi. Tim ini akan terus berjuang sampai akhir kompetisi,” ujar Imran dalam konferensi pers jelang laga. Ia menekankan bahwa bermain di kandang sendiri memberikan keuntungan, namun hal itu harus dibarengi dengan kerja keras maksimal dari seluruh pemain.

Jika gagal meraih poin penuh, posisi Semen Padang akan semakin terancam. Sebaliknya, kemenangan akan membuka peluang besar untuk memperbaiki peringkat dan menjauh dari zona degradasi. Dalam lima pertandingan terakhir, Semen Padang FC hanya mampu meraih satu kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan, menunjukkan inkonsistensi yang perlu segera diatasi.

Tantangan di Tengah Badai Cedera

Menghadapi Persijap Jepara, Semen Padang FC dipastikan tidak akan diperkuat sejumlah pemain kunci akibat cedera. Imran Nahumarury mengonfirmasi bahwa Wakaso, Irsyad, dan Samuel dipastikan absen karena masih dalam proses pemulihan. “Memang sampai laga kali ini, ada beberapa pemain yang masih belum bisa diturunkan, seperti Wakaso, Irsyad, dan Samuel. Ketiganya sama-sama masih cedera,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Imran menegaskan bahwa absennya pemain tidak akan menjadi alasan untuk tidak menampilkan performa terbaik. Ia menekankan bahwa fokus utama adalah mengalahkan diri sendiri. “Sebenarnya untuk pemain lawan yang diwaspadai adalah semuanya. Jujur musuh terbesar kami itu adalah kami sendiri. Jadi jika kami bisa mengalahkannya, kami optimistis bisa mendapatkan hasil positif,” tegasnya.

Persijap Jepara, Lawan yang Tak Bisa Diremehkan

Persijap Jepara, yang akan menjadi lawan Semen Padang pada Senin (20/4) sore di Stadion Haji Agus Salim, bukanlah tim yang bisa dianggap remeh. Klub berjuluk “Laskar Kalinyamat” itu datang dengan modal positif setelah meraih kemenangan 2-1 atas Bhayangkara FC pada laga sebelumnya. Dalam pertemuan terakhir kedua tim, Semen Padang memang berhasil unggul 2-1, namun Imran mewaspadai perkembangan tim lawan.

Imran Nahumarury mengakui kekuatan Persijap Jepara, baik secara pola permainan maupun individu pemain. “Sebenarnya untuk pemain lawan yang diwaspadai adalah semuanya,” katanya. Ia juga menyoroti bahwa kemenangan di kandang sendiri sangat penting untuk menjaga asa bertahan di liga.

Harapan dari Pemain dan Dukungan Suporter

Menyikapi pertandingan krusial ini, penyerang Semen Padang FC, Firman Juliansyah, menyatakan kesiapan timnya mencapai 100 persen. “Kami akan bermain sesuai yang telah diinstruksikan pelatih. Dan kami sangat bersiap untuk mendapatkan tiga poin tambahan di kandang,” tegasnya.

Terkait potensi boikot dukungan dari beberapa kelompok suporter, Imran berharap semua pihak dapat berpikir positif. Ia memandang dukungan suporter sebagai bentuk kecintaan terhadap tim. Pertandingan ini, yang disiarkan langsung oleh Indosiar pada pukul 15.30 WIB, menjadi momen penentu bagi Semen Padang FC dalam upayanya untuk keluar dari jeratan degradasi dan tetap berkompetisi di BRI Super League musim depan.