— Bali United semakin menunjukkan dominasinya saat menghadapi Bhayangkara FC pada pekan ke-33 Liga Super Indonesia 2025/2026. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (17/5/2026) sore WIB, Serdadu Tridatu sementara unggul telak 4-1 hingga akhir babak kedua berjalan. Setelah menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 lewat brace Boris Kopitovic, Bali United tetap tampil agresif ketika pertandingan kembali dimulai.

Tim asuhan Stefano Cugurra langsung mencoba menekan sejak menit awal babak kedua. Serangan demi serangan dibangun melalui kombinasi cepat di sektor tengah dan sayap untuk membongkar pertahanan Bhayangkara FC. Peluang emas pertama hadir pada menit ke-51 melalui Teppei Yachida. Pemain asal Jepang tersebut hampir saja mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang di dalam kotak penalti.

Namun, tendangan kerasnya hanya membentur tiang gawang. Bola pantul kemudian bergulir pelan keluar lapangan sehingga Bali United gagal menambah keunggulan.

Bhayangkara FC Sempat Bangkit Lewat Moussa Sidibe

Meski terus ditekan, Bhayangkara FC tidak menyerah begitu saja. Tim tamu berusaha keluar dari tekanan melalui serangan balik cepat dan memanfaatkan kecepatan pemain sayap mereka.

Pada menit ke-53, Bhayangkara FC memperoleh peluang melalui sepak pojok. Akan tetapi, lini belakang Bali United masih mampu mengantisipasi situasi tersebut dengan baik.

Tekanan Bhayangkara akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-63. Moussa Sidibe sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 setelah melepaskan tembakan keras yang gagal dibendung penjaga gawang Bali United.

Gol tersebut sempat membangkitkan semangat Bhayangkara FC untuk mengejar ketertinggalan. Mereka mulai tampil lebih berani dan meningkatkan intensitas serangan.

Namun, Bali United merespons dengan sangat cepat. Hanya berselang tujuh menit, Serdadu Tridatu kembali memperlebar jarak melalui aksi individu Irfan Jaya.

Irfan Jaya dan Made Tito Tutup Pesta Gol

Gol ketiga Bali United lahir pada menit ke-70 lewat aksi gemilang Irfan Jaya. Pemain lincah tersebut berhasil mengecoh beberapa pemain bertahan Bhayangkara FC di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan akurat ke gawang.

Pergerakan Irfan Jaya membuat lini belakang Bhayangkara FC kesulitan menghentikannya. Bahkan tiga pemain lawan gagal memutus laju sang winger sebelum bola bersarang di gawang Aqil Savik.

Keunggulan 3-1 membuat Bali United semakin percaya diri mengendalikan jalannya pertandingan. Sebaliknya, Bhayangkara FC mulai kehilangan fokus dan kesulitan membangun serangan secara efektif.

Pada menit ke-78, pertandingan sempat memanas setelah terjadi ketegangan antarpemain di lapangan. Tim Receveur dan Nehar Sadiki terlihat bersitegang hingga memicu keributan kecil.

Wasit kemudian turun tangan untuk meredakan situasi. Beberapa pemain seperti Tim Receveur dan Muhammad Ferarri akhirnya menerima kartu kuning akibat insiden tersebut.

Setelah pertandingan kembali berjalan normal, Bali United terus menjaga tekanan. Bhayangkara FC sebenarnya sempat mendapat peluang lewat sundulan Henri Doumbia pada menit ke-81, tetapi bola masih melenceng dari sasaran.

Gol penutup Bali United akhirnya tercipta pada menit ke-86 melalui aksi sederhana namun cerdas dari Made Tito.

Menerima umpan terobosan di depan kotak penalti, Made Tito hanya membutuhkan satu sentuhan untuk mencungkil bola melewati kepala kiper Bhayangkara FC yang sudah keluar dari posisinya.

Bola melambung indah masuk ke gawang kosong dan membuat Bali United unggul 4-1. Gol tersebut sekaligus memastikan dominasi Serdadu Tridatu di hadapan pendukung sendiri.

Bali United Dekati Posisi Papan Atas

Kemenangan besar ini menjadi modal penting bagi Bali United untuk memperbaiki posisi di klasemen Liga Super Indonesia 2025/2026 menjelang akhir musim.

Sementara itu, Bhayangkara FC harus segera berbenah setelah lini pertahanan mereka kembali tampil rapuh menghadapi tekanan agresif Bali United sepanjang pertandingan.