Haaland Sebut Manchester City Tak Cukup Bagus Usai Imbang Lawan Monaco

Manchester City harus puas berbagi angka saat melawat ke Stade Louis II, markas AS Monaco, dalam matchday kedua Liga Champions. Pertandingan yang berlangsung pada Kamis (2/10/2025) dini hari WIB itu berakhir dengan skor imbang 2-2, meski The Citizens sempat unggul lebih dulu berkat dua gol dari Erling Haaland.

Namun, hasil tersebut tidak membuat Haaland merasa puas. Striker asal Norwegia itu dengan jujur mengakui bahwa timnya belum bermain cukup baik untuk meraih kemenangan.

Haaland Akui Performa Tim Kurang Maksimal

Dalam wawancara dengan TNT Sports, Haaland mengungkapkan kekecewaannya atas hasil pertandingan tersebut. “Perasaan saya tidak oke, kami tidak menang. Kami melakukan hal yang tidak perlu di babak kedua. Kami tidak main cukup bagus, kami tidak pantas menang,” ujarnya.

Haaland menilai, energi dan tekanan yang diberikan timnya menurun drastis setelah jeda, sehingga Monaco berhasil mengambil alih kendali permainan. “Kami butuh energi lebih. Kami harus lebih menekan mereka seperti di babak pertama, mereka lebih unggul pada babak kedua dan saya kira itu tidak cukup bagus,” tambahnya.

Insiden Penalti yang Membatalkan Kemenangan City

Kemenangan Manchester City yang sudah di depan mata buyar setelah bek Monaco, Eric Dier, berhasil mengeksekusi penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah melakukan pengecekan VAR dan menemukan bahwa Nico Gonzalez melakukan pelanggaran dengan mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai wajah pemain Monaco.

Menanggapi insiden tersebut, Haaland mengatakan, “Saya tidak melihatnya, tapi kalau Anda menendang wajah seseorang itu mungkin penalti.” Penalti ini menjadi momen krusial yang mengubah hasil pertandingan.

Dominasi Peluang, Tapi Gagal Maksimalkan

Meski mendominasi jalannya pertandingan dalam waktu yang cukup lama, Manchester City gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas. Ketidakefisienan dalam penyelesaian akhir membuat mereka harus rela berbagi poin dengan Monaco.

Situasi ini menjadi perhatian pelatih Pep Guardiola yang sebelumnya menyatakan bahwa Rodri belum siap tampil tiga kali dalam seminggu, yang bisa berpengaruh pada performa tim.