Detak.Media — Karier Tariq Lamptey bersama Fiorentina resmi berakhir lebih cepat dari perkiraan. Klub Serie A tersebut memutus kontrak sang pemain pada Senin, 11 Mei 2026, setelah kedua pihak sepakat mengakhiri kerja sama akibat kondisi cedera yang tak kunjung pulih.
Keputusan itu menjadi akhir pahit bagi perjalanan Lamptey di Italia. Bek kanan asal Ghana tersebut hanya mampu tampil selama 25 menit sejak didatangkan dari Brighton & Hove Albion pada musim panas 2025.
Cedera ligamen anterior cruciatum atau ACL yang dialaminya membuat Lamptey harus menepi dalam waktu panjang dan gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama La Viola.
Datang dengan Harapan Besar dari Liga Inggris
Fiorentina sebenarnya memiliki ekspektasi tinggi saat mendatangkan Lamptey dari Brighton pada awal musim 2025/2026. Transfer tersebut dikabarkan bernilai sekitar enam juta Euro dengan kontrak berdurasi panjang.
Lamptey diproyeksikan menjadi solusi di sektor bek kanan berkat kecepatan, kemampuan menyerang, dan pengalaman bermain di Liga Inggris. Klub berharap pemain berusia 25 tahun itu bisa menghidupkan kembali performanya yang sempat menurun akibat masalah cedera saat masih bermain di Inggris.
Namun nasib buruk kembali menghampiri Lamptey hanya beberapa pekan setelah resmi bergabung.
Debutnya bersama Fiorentina terjadi pada 13 September 2025 ketika menghadapi Napoli. Saat itu, Lamptey masuk sebagai pemain pengganti pada menit-menit akhir pertandingan dan hanya bermain sekitar tiga menit.
Meski singkat, laga tersebut menjadi awal harapan baru bagi sang pemain untuk membangun kembali kariernya di Serie A.
Cedera ACL Akhiri Kiprah Lamptey Lebih Cepat
Sayangnya, penampilan kedua Lamptey justru menjadi awal petaka besar dalam kariernya di Italia.
Pada laga melawan Como tanggal 21 September 2025, Lamptey kembali dimainkan Fiorentina. Namun pertandingan baru berjalan sekitar 20 menit ketika ia mengalami cedera serius pada lututnya.
Lamptey terlihat kesakitan sebelum akhirnya ditarik keluar lapangan oleh tim medis. Hasil pemeriksaan lanjutan kemudian memastikan bahwa dirinya mengalami robekan ligamen ACL.
Cedera tersebut memaksanya menjalani operasi rekonstruksi dan harus absen selama berbulan-bulan. Awalnya, proses pemulihan diperkirakan memakan waktu lima hingga enam bulan.
Namun hingga memasuki Mei 2026, kondisi Lamptey belum menunjukkan perkembangan signifikan untuk kembali bermain kompetitif.
Situasi itu membuat Fiorentina akhirnya memilih mengakhiri kontrak sang pemain lebih cepat demi mengurangi beban klub sekaligus memberi kesempatan kepada Lamptey menentukan masa depannya sendiri.
Kini Berstatus Bebas Transfer
Kabar pemutusan kontrak Lamptey pertama kali ramai diberitakan oleh jurnalis transfer ternama Fabrizio Romano melalui media sosial.
Dengan keputusan tersebut, Lamptey kini resmi berstatus bebas transfer dan dapat bernegosiasi dengan klub mana pun di luar bursa transfer.
Meski demikian, proses pemulihan cedera ACL membuat masa depannya masih belum jelas. Cedera serius seperti ini biasanya membutuhkan waktu panjang agar pemain bisa kembali ke performa terbaiknya.
Tidak hanya berdampak pada level klub, kondisi Lamptey juga diperkirakan membuatnya sulit masuk skuad Timnas Ghana untuk FIFA World Cup 2026.
Bagi Fiorentina, keputusan mengakhiri kontrak ini sekaligus menutup salah satu transfer yang gagal total akibat faktor cedera. Sementara bagi Tariq Lamptey, perjalanan di Italia kini menjadi episode singkat yang penuh kekecewaan dan belum sempat menunjukkan potensi terbaiknya di Serie A.
Ikuti Detak.Media
